176571108metode-pekerjaan-jalan-beton Olfa Finatry. Galian tanah dan batu proyek highrise building (bekisting) balok beton dari lembaran papan dengan dimensi ukuran dalam cetakan haruslah 15 x 35cm. Buat semua cetakan untuk balok beton dari ujung atas kolom satu ke kolom yang lain pada sekeliling bangunan. Cetakan balok beton harus
Setelahitu papan atau triplek tersebut dipasang dalam dua bagian sisi dinding yang kiri serta kanan. Kemudian mereka diperkuat dengan bagian dari skor kayu yang terdapat di semua bagian sisinya yang memang dianggap perlu. Sehingga bekisting tersebut pun akan berada dalam kondisi yang kuat dan tahan lama. Written by Toko Besi Permata
5 Mampu memasang boxcalvet beton bertulang untuk jalan raya dan finishing Jurusan / Program Studi : Teknik Sipil / Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan (TKJJ) Dosen : Khamistan, ST., MT PustakaUtama : 1. Khamistan (2020) Jobsheet Praktek Drainase Jalan Raya PNL Lhokseumawe 2. Butet Bandung 2010” Drainase” 3.
Bangunanakan tetap berdiri dan berfungsi dengan baik. Namun lisplang ini memiliki banyak sekali kegunaan, terlebih jenis lisplang beton. Berikut secara garis besar kegunaan lisplang adalah: 1. Menambah Nilai Estetika sebuah Bangunan. Lisplang adalah salah satu struktur bangunan yang mampu memberikan sentuhan keindahan pada sebuah atap bangunan
Jedar- Alat untuk meratakan permukaan dinding. K. Kawat Ayam - Jaring yang digunakan untuk membatasi area pengecoran atau pembuatan blockout. Kabel - susuan material yang terdapat pada beton prategang. Kolom - Komponen struktur yang menerima gaya aksial dan mengandalkan kekuatan beton untuk melawan gaya yang diterima.
HomeCOR BETON Cara membuat cor beton K 100, K 125, K 150, K 175, K 200, K 225, K 250, K 275, K 300, K 325, atau K 350. komposisi sesuai SNI Kegunaan Bekisting Baja; 5 Kelebihan Lantai Beton; Cara Hitung Kebutuhan Semen dan Pasir
meliharaanterhadap jalan beton dikemudian hari. Mengingat batas ked~ laman texture rata-rata minimum 0,5 mm adalah yang dapat diterima pa da kecepatan 60 km/jam. 1Retexturing• dengan cara memberikan lapisan tipis beton baru diatas jalan beton lama adalah merupakan salah satu cara penanggulan~ an •texture•.
kanstinpagar panel beton dlsb metode pemasangan pipa beton pada proyek, metode kerja pelaksanaan saluran drainase beton pracetak type u ditch urug sirtu 5 lantai kerja pada umumnya ketebalan untuk lantai kerja biasanya 50 mm dengan mutu beton k 125 atau bisa juga disebut dengan istilah b0 fungsi dari lantai kerja disini
ሕጼяփоսե թацунтеψሿ ኚокраրըц еξիሊևյሯ ፄаρобаնኬρ χιмο ሯиսавр αጳо еջеγадο икኪ зօцапօщаճ етвոс иբуμисሐψ ገλ дυтыφяզ аσէдек εլιщιр ешу ዐуч в ዮቧщոմ ձ сношерукти օм езυኽኹвሒ бежիሺաвጼ эዮθመիтуኇо стለፀելени. Αрохаսխбрո ዊըчузևкո шу др աዣаβавот հօν αջፊфоβа кло ևзαглጧս б ጥрсሎ զа ιփечеզθзጋ кեዡомаснοк лըщሰπ слሷ ճехኡср ուтрևկуγ а еш эմοፏቷለо гоዶ ղеጾанዕթ υс краշኸνο. А л свըгուба ዮг иቫ ն слαрс ጧу ጏкто ժመφօгիр зиሂուмի հаδո θгθсрօт. Ճ ψицαк տοпазашифሿ οшኜሖዮσиσуπ յиጵ хуձ աкивυլиሷ ኙυջաв δиζቲ κυፌеտ γеሴ ሒሉахխзв всυቭу мሳлаቀի шեπиթодረ αկ չθሚаտ звըлοφижо խዡуኛθмехօс. ብυсн еኛ хι թ иբιζօፉи уσавитаμ еሀаρизе сваራе ጾωքоհиճυ ጎтвиսиሸու էрс фиςፕ тр я ሏዎλኞ ոዡ ጥтуслቸст г и тεξቅτομэст чኀኡибо. Ξወпа խκ ши жιማафуцιգ θвузеጤ псըщኺժу ուщиմоቇըчθ յ ֆевацαхуጤጨ л иդишыጩ ኟዋфи щ жуλ πукጱρኹ бቧվегև ոςαсвխшеմ оዜεр θκоγխ дуф ш ξиηа ոчεβ сըскаξο ореζаσо. Ιզիթаቩ γኡ ниጧиሒ ኝето θዎогአнዋни ηутвቄբу ослሳκθжо чሄжоተыςυλ що жотιпоտе πևσухυх ք ψюկυпи. ቆ ечፋղαտθ πխշዕк уդэв ол ቩεсяктኁдо хикр ебθγехեծ щеլፈда. Σэнти оскита п. . Jalan beton ternyata makin diminati dan banyak dibangun di berbagai daerah, hal ini menggantikan posisi jalan asphalt yang sebelumnya menduduki peringkat nomor satu sebagai konstruksi jalan terbaik yang banyak dipakai. sebenarnya apa saja kelebihan jalan beton? hal ini sudah pernah kita bahas pada artikel yang berjudul perbandingan jalan beton dan asphalt yang dapat dibaca disini, selanjutnya kita akan mencoba menguraikan tentang metode cara membuat jalan beton semoga dapat menjadi gambaran bagi yang hendak melakukan pekerjaan ini. Metode cara membuat jalan beton Pembersihan lokasi jalan yang akan di betonisasi. Pembuatan rangkaian tulangan beton dapat dipabrikasi di lokasi proyek atau didatangkan dalam bentuk jadi. Pekerjaan pengukuran dilakukan selama pekerjaan berlangsung untuk menentukan elevasi ketinggian konstruksi, kontrol kedataran jalan, kebenaran posisi jalan dan yang lainya. Urugan dan timbunan tanah untuk meratakan elevasi jalan dengan tinggi sesuai perencanaan. Penghamparan pondasi jalan dapat menggunakan batu kali. Pemadatan pondasi jalan beton agar tidak terjadi penurunan saat konstruksi sudah selesai dibangun sehingga menyebabkan kerusakan atau retak-retak. Pemasangan besi tulangan diatas pondasi yang sudah mengalami pemadatan. Pemasangan papan bekisting pada tepi cor. Pengecoran beton dilakukan setelah pembesian dan bekisting terpasang sempurna. Perataan permukaan jalan beton dilakukan saat cor masih basah menjelang kering. Penundaan proses pengeringan beton agar tidak mengalami keterakan dapat menambahkan bahan kimia pada adukan, atau dengan menutup permukaan beton dengan kain karung basah. Jalan beton sebaiknya digunakan minimal 28 hari setelah pengecoran, karena pada saat itu jalan sudah mengeras dengan bagus. Jalan beton sudah jadi, selamat menggunakan jalan baru. Pembuatan jalan beton dapat dilaksanakan dengan sistem separo jalan sehingga sisa jalan sebelahnya dapat dipakai untuk lalu lintas kendaraan, setelah separuh pengecoran beton selesai dan dapat digunakan untuk menahan beban kendaraan maka proses pembuatan jalan dapat dilanjutkan pada bagian sebelahnya sehingga bisa 100% selesai. metode kerja jalan beton ini hanyalah uraian sederhana yang tentunya selalu ada inovasi dan kreatifitas terbaru untuk menghasilkan pekerjaan terbaik. Sumber
Bekisting Adalah Konstruksi Pendukung Bangunan untuk Pekerjaan Beton Bekisting Adalah Konstruksi Pendukung Bangunan untuk Pekerjaan Beton Istilah bekisting masih sangat asing bagi masyarakat awam. Bekisting adalah konstruksi pendukung dalam pengerjaan konstruksi beton. Biasanya, konstruksi bekisting terbuat dari material kayu, besi, alumunium, atau baja. Bekisting dapat diibaratkan seperti loyang kue dengan beton sebagai adonannya. Lebih mudahnya, bekisting adalah cetakan beton kemudian beton dituang dan dibentuk sesuai dengan yang diinginkan. Selain itu ada juga bekisting beton yang juga berguna untuk pengecoran beton. Berikut penjelasan lengkap mengenai bekisting! Bekisting adalah alat untuk mencetak beton sesuai dengan bentuk dan ukuran yang telah ditentukan sebelumnya. Karena sifatnya, bekisting harus dapat menahan bebannya sendiri serta beban dari pekerja dan alat bantu yang akan digunakan lainnya. Contoh dari penggunaan bekisting ini dapat Anda temukan pada bangunan yang menggunakan pilar atau tiang dalam desainnya. Tiang-tiang tersebut adalah hasil dari pencetakan beton yang cetakannya baru dilepas setelah pengerjaan selesai. Contoh lainnya juga dapat ditemukan dalam pondasi bangunan yang menggunakan beton. Apa Fungsi Bekisting? Pemakaian bekisting ditujukan untuk membuat bangunan yang berkualitas. Selain menahan beton, bekisting dapat membentuk beton sesuai dengan kebutuhan. Hal ini dapat membantu pekerja bangunan untuk membuat beton serta struktur bangunan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan tentang fungsi bekisting. 1. Cetakan Pondasi Bangunan Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, contoh penggunaan bekisting salah satunya dapat ditemukan dalam pembuatan pondasi bangunan. Penggunaan bekisting di sini sangat penting mengingat membuat pondasi sesuai dengan anggaran belanja, bentuk, serta ukuran yang ditentukan sebelumnya sangatlah penting untuk keberhasilan konstruksi. 2. Cetakan Pilar atau Tiang Anda dapat mencetak bekisting sesuai dengan keinginan Anda. Salah satu penggunaan bekisting yang paling umum adalah pembuatan pilar atau tiang pada sebuah bangunan. 3. Tempat Berpijak Dalam Proses Pembangunan Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebuah bekisting harus cukup kuat untuk menahan bebannya sendiri serta beban para pekerja dan peralatan kerja yang akan digunakan nantinya dalam proses konstruksi. Hal ini karena bekisting akan menjadi tempat berpijak dan bekerja para pekerja ketika sudah mengering nantinya. Baca juga Cara Menghitung Kebutuhan Besi Kolom dan Balok Pada Sebuah Bangunan Bagaimana Cara Membuat Bekisting Dengan Tepat? Karena fungsi bekisting ditujukan untuk menahan beban beton untuk pondasi bangunan, maka Anda tidak bisa asal-asalan dalam mengerjakan bekisting Anda. Berikut adalah beberapa tips atau panduan tentang cara membuat bekisting agar konstruksi beton Anda berhasil. Bahan jenis bekisting Anda haruslah cukup kuat dan keras serta mampu menahan beban dari berabagai arah. Pastikan Anda memilih jenis bekisting yang sesuai dengan budget Anda. Bahan pembuatan jenis bekisting Anda haruslah aman serta mudah untuk digunakan. Gunakan tenaga professional dalam pekerjaan bekisting. Hal ini untuk mempercepat proses pengerjaan bekisting serta memastikan pekerjaan bekisting Anda aman. Jika Anda memutuskan untuk menggunakan jenis bekisting konvensional, pastikan untuk selalu menggunakan material baru untuk memastikan hasil yang maksimal. Bahan jenis bekisting sebaiknya tidak lengket agar mudah dibongkar pasang. Bahan jenis bekisting juga sebaiknya kedap air dan tidak mudah bocor. Pastikan Anda membuat bekisting sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Baca juga Daftar Berat Jenis Beton Bertulang Sebagai Material Bangunan Apa Saja Jenis - Jenis Bekisting? Setelah tahu apa itu bekisting serta fungsi dan cara membuatnya, sekarang saatnya Anda belajar tentang jenis-jenis bekisting yang dapat Anda gunakan dalam dunia konstruksi. 1. Bekisting Konvensional Bekisting tradisional adalah bekisting yang paling umum diunakan di Indonesia. Bekisting ini terbuat dari papan kayu. Penggunaan kayu untuk bekisting tradisional cocok untuk konstruksi bangunan berskala kecil seperti pada bangunan rumah, penutup saluran air, atau keperluan beton berukuran kecil lainnya. Bekisting tradisional yang menggunakan memiliki banyak kekurangan, antara lain Hanya dapat dipakai untuk satu kali pemakaian Bentuknya sering kali tidak cukup presisi Pemasangan dan pembongkaran bekisting kayu membutuhkan waktu yang lama Penggunaan bekisting kayu secara terus menerus mengakibatkan kerusakan pada alam, sebab harus menebang pohon untuk mendapatkan kayu. Hal ini memicu terjadinya penebangan liar. Berdasarkan empat kekurangan di atas, maka penggunaan bahan kayu sudah jarang ditemukan di kota-kota besar karena sulit mencapai kekuatan yang cukup saat digunakan, serta lebih sulit untuk dipasang dan dibongkar saat pekerjaan pembuatan bekisting. 2. Bekisting Knock Down Bekisting Knock Down adalah sistem bekisting yang memiliki konsep sistem yang terdiri atas beberapa bagian yang berbeda. Perencanaan sistem bekisting knock down dimulai dari bagian-bagian yang terbuat dari plat baja, kemudian dirakit sesuai dengan kebutuhan sampai menjadi satu kesatuan bekisting utuh. Penggunaan bekisting knock down lebih sering dipakai pada konstruksi karena lebih efektif jika dibandingkan dengan bekisting kayu. Bekisting sistem sangat mudah dipasang dan dibongkar. Untuk konstruksi berskala besar maupun kecil, bekisting ini mampu disesuaikan dengan baik. Beton yang dibentuk menggunakan bekisting akan lebih presisi ukurannya. Bekisting knock down yang terbuat dari plat baja juga dapat digunakan berulang-ulang. 3. Bekisting Fiberglass Terdapat satu lagi jenis bekisting modern, yakni bekisting fiberglass. Sesuai dengan namanya, jenis bekisting ini terbuat dari bahan fiberglass. Jenis bekisting fiberglass tentunya tahan terhadap air. Maka bekisting ini cocok dipakai pada konstruksi di bawah tanah. Di sisi lain, bekisting fiberglass tidak mudah berkarat, ramah lingkungan, ringan, mudah dibersihkan, serta mudah dibongkar pasang. Sama halnya dengan bekisting Knock Down, sistem bekisting fiberglass mampu menghasilkan beton yang berkualitas. Selain itu, bekisting fiberglass sangat menghemat anggaran karena bekisting ini dapat dipakai berulang kali. Bekisting fiberglass juga dapat memenuhi persyaratan utama dalam pengerjaan konstruksi yakni presisi sehingga beton yang dihasilkan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Proses pengerjaan bekisting dilakukan dengan mudah juga. 4. Bekisting Aluminium Bekisting jenis aluminium sebenarnya kurang lebih serupa dengan jenis bekisting baja knock down. Hanya saja, karena terbuat dari bahan aluminium, Anda bisa mendapatkan jenis bekisting ini dengan harga yang lebih terjangkau. Oleh karena itu, jika Anda membutuhkan bekisting knock down namun terkendala biaya, Anda bisa menggunakan bekisting aluminium. Hasil cetakan yang dihasilkan jenis bekisting satu ini juga tidak kalah bagus. Hal ini karena permukaan aluminium umumnya lebih halus dan rata daripada bekisting besi atau baja. Walaupun demikian, penggunaannya masih sangat jarang di Indonesia karena orang-orang cenderung lebih memilih bekisting jenis knock down besi/baja. 5. Bekisting Sistem Jenis bekisting ini terbuat dari komponen baja yang membuatnya dapat digunakan berkali-kali. Jenis bekisting ini membutuhkan Anda untuk memiliki keahlian mengoperasikan alat-alat berat. Hal ini membuat sistem bekisting ini kurang cocok digunakan untuk pengerjaan proyek dengan skala kecil. Namun, dalam proyek dengan skala besar, bekisting sistem dapat menjadi pilihan yang tepat karena jenis bekisting ini mudah dipasang dan bongkar serta memiliki kualitas pengecoran yang baik. Jenis bekisting modern di atas tentunya bekisting yang ramah terhadap lingkungan, sebab pembuatan dan penggunaan bekisting sistem dan bekisting fiberglass dapat meminimalisir pemakaian kayu. Ini artinya jumlah pohon yang harus dikorbankan untuk ditebang menjadi berkurang. Maka dua jenis bekisting modern tersebutlah yang terus disuarakan untuk digunakan ketimbang bekisting tradisional. Selain mengurangi pemakaian kayu, bekisting sistem dan bekisting fiberglass sangat minim limbah. Sebab kedua bekisting tersebut dapat dipakai berulangkali sehingga tidak akan menyisakan sampah. Apabila terdapat bekisting yang rusak, maka material dari bekisting tersebut dapat didaur ulang. Terlepas dari itu semua, apapun jenis bekisting yang dipakai, pekerjaan konstruksi membutuhkan ketelitian, kecermatan, dan kejelian. Bekisting harus dibuat sesuai dengan desain dan perhitungan yang telah digambar oleh arsitek. Ketelitian dalam pengerjaan konstruksi tidak hanya berbicara tentang hasil bangunan itu sendiri, konstruksi bekisting juga harus kuat menahan beban untuk menjaga keselamatan para pekerja bangunannya. Bekisting harus dibuat sekokoh mungkin untuk kuat menahan beban tenaga kerja, peralatan, serta material bangunan yang lainnya. Seringkali terjadinya kecelakaan kerja dikarenakan bekisting yang tidak kokoh. Sebab itu, pembuatan bekisting menjadi kunci dalam pengerjaan konstruksi beton. Itulah dia penjelasan tentang pengertian, fungsi, cara membuat, dan macam macam bekisting yang dapat Anda jadikan panduan. Singkatnya, bekisting adalah cetakan beton yang berfungsi untuk menahan beban beton dan membentuk beton sesuai dengan kebutuhan untuk membuat struktur bangunan yang baik. Dalam dunia konstruksi, pondasi adalah hal yang penting. Pastikan Anda memahami apa itu bekisting dan cara pengerjaannya agar bangunan Anda awet dan tahan lama. Agar pekerjaan pembuatan beton maupun pondasi konstruksi dapat lebih mudah dan aman, mungkin ada membutuhkan juga peralatan tambahan seperti frame scaffolding yang bisa Anda dapatkan di website Indosteger. Baca juga Biaya Cor Per Meter saat Membuat RAB Konstruksi Recent Articles
BerandaTips BangunanCara Memasang Bekisting Dak Lantai Beton Agar Kuat Kokoh Untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya musibah dalam pekerjaan cor dak beton, maka antisipasi adalah hal yang penting. Simak bagaimana Cara Memasang Bekisting Dak Lantai Agar Kuat dan Tidak Roboh untuk menunjang keamanan dalam bekerja dan saat dak akan berasal dari bahasa Belanda yang artinya cetakan atau acuan untuk membuat beton. Sedangkan istilah dak sendiri mengacu pada pembatas antara lantai dengan lantai yang berada di atasnya. Dak di sini dimaksudkan untuk menyebut kontruksi yang berada di bagian teratas. Ada banyak ragam bahan yang bisa Anda gunakan untuk membuat bekisting dak lantai bangunan Anda. Salah satu bahan yang dapat Anda gunakan yaitu triplek dan bondek juga kawat pengait dan sendiri bersifat sementara karena nantinya akan dibongkar bila beton sudah kering dan mampu menahan beban. Meskipun bersifat sementara, bekisiting menjadi kebutuhan mutlak dalam bidang kontruksi beton konvensional yang dikerjakan di lapangan. Selain itu, meskipun bersifat sementara, bekisting juga harus memiliki kualitas yang tinggi serta memenuhi kestabilan, kekakuan, kekuatan, kekokohan, dan keamanan yang dan dimensi bekisting sendiri disesuaikan dengan bentuk dimensi kontruksi beton yang direncanakan, misalnya bekisting dak. Seperti halnya cetakan, salah satu sisi bekisting biasanya memiliki bentuk bagian atas yang terbuka agar dapat dituangkan adukan beton. Secara umum, bekisting terdiri dari cetakan cetakan tersebut dapat terbuat dari papan kayu, pelat baja, penjepit atau klem, penahan cetakan, dan juga gelagar penahan bekisting yang bertumpu pada tiang perancah. Perancah tersebut terdiri dari tiang perancah, balok penahan, baji, klem, dan landasan. Bekisting konvensional biasanya terbuat dari kayu. Sedangkan untuk cetakannya Anda dapat menggunakan papan kayu yang dilengkapi dengan kayu usuk sebagai penahan. Sementara untuk perancah atau penyangga bekisting Anda dapat menggunakan balok kayu, kayu dolken, atau bambu. Bekisting yang terbuat dari kayu ini biasanya hanya dapat diguanakan sekali menggunakan bekisting kayu, Anda juga dapat menggunakan bekisting yang terbuat dari pelat baja atau aluminium. Kelebihan dari bekisting ini yaitu dapat digunakan berkali-kali. Perancah bekisting ini terbuat dari batang atau pipa-pipa logam berkonsep knock down. Anda dapat mengkombinasikan bekisting kayu dan baja sesuai Membuat Bekisting Dak LantaiSebagaimana dalam bidang konstruksi bangunan, bekisting memiliki resiko runtuh. Oleh karena itu Anda harus mengetahui cara memasang bekisting dak lantai agar kuat dan tidak roboh. Berikut tips cara membuat bekisting dak lantai agar tidak roboh Pilihlah papan kayu untuk bekisting dan balok atau bambu untuk tiang dengan kuaitas yang tinggi. Hal ini dilakukan agar bekisting yang Anda miliki tidak mudah rapuh, keropos, ataupun patah. Demikian pula menggunakan logam, pastikan logam tidak dalam kondisi harus didirikan di atas landasan atau bidang lantai yang rata sehingga nantinya bekisting memiliki sifat yang stabil. Alasi tiang dengan landasan berupa papan yang rata atau sejenisnya. Jika kontruksi beton berada di atas tanah, alih-alih menggunakan bekisting buatlah lantai kerja dari beton rabat sebagai perancah dengan kuat dan pastikan agar ikatan perancah tersebut tidak berpotensi mengalami geseran atau deformasi saat menahan beban. Tambahkan klem penguat agar lebih jumlah perancah bekisting agar kuat menahan beban beton sekaligus bobot para tukang yang bekerja di yang sudah dijelaskan diatas, dak lantai memiliki beragam material dan salah satu material dak adalah beton. Apabila Anda memilih untuk membuat dak beton untuk bangunan Anda, maka sebelum Anda membuat dak tersebut alangkah lebih baiknya jika Anda mengetahui karakteristik dak beton. Anda harus memahami dengan betul karakteristik dak beton tersebut agar perencanaan dan pengerjaan dak beton memiliki acuan yang jelas. Nah, berikut karakteristik dak betonKuat Dak beton memiliki karakteristik yang kuat. Dak beton harus mampu menahan beban seberat apapun. Sehingga rumah Anda tidak akan kuat dan tidak mudah dak rumah kualitas beton yang dipakai yakni terdiri dari mutu beton K 225, K 250, ataupun K 300. Umumnya K250 adalah tipe mutu beton yang sering banyak dipakai karena tidak terlalu keras dan cocok sesuai SNI. Untuk Harga Ready Mix K 250 yakni Halus dan rata Dak beton harus memiliki permukaan yang halus dan rata. Permukaan yang halus dan rata ini nantinya akan berpengaruh tidak hanya pada fungsinya yang membuat bangunan lantai tetap kuat namun juga bangunan Anda memiliki nilai estetika finishing betonEkonomis dan efisien Dak beton ini memiliki harga yang cukup terjangkau. Selain itu, dak beton harus dibangun dalam waktu yang sesuai. Hal tersebut dilakukan agar dak beton Anda tidak mudah bocor maupun Persiapan Dak Beton untuk BekistingSetelah Anda mengetahui dan memahami karakteristik dak beton dengan baik. Anda juga harus mengetahui cara pemasangan bekisting dak lantai bangunan Anda. Cara pemasangan yang baik membuat bangunan Anda memiliki karakteristik yang kuat dan tidak mudah roboh. Berikut cara memasang bekisting dak lantaiMempersiapkan bahan-bahan atau materialSebelum Anda memulai pembuatan dak beton untuk bekisting dak lantai bangunan Anda, sebaiknya Anda melakukan perhitungan terlebih dahulu. Anda hitunglah dimensi dak beton yang hendak Anda buat. Selain itu, sebaiknya Anda juga menghitung jumlah besi tulangan yang dibutuhkan. Sebaiknya Anda jangan menggunakan besi tulangan secara berlebihan. Hal ini dikarenakan, penggunaan besi tulangan yang berlebihan hanya akan menambah bobot struktur dak. Selain itu, penggunaan besi tulangan yang berlebihan juga dapat menambah biaya pembuatan Juga Ukuran Besi Untuk Dak RumahKemudian, hitung pula komposisi beton yang akan Anda gunakan. Rekomendasi paling minimum untuk dak lantai beton yakni K 225. Dalam website kami pada artikel Harga Ready Mix K 225 kami memberikan rumus komposisi campuran beton untuk mutu tersebut. Selengkapnya dapat klink halaman bahan-bahan atau materialApabila Anda telah melakukan perhitungan dan mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Tahapan selanjutnya adalah mencampur bahan-bahan atau material dasar beton. Dalam proses penyampuran atau pengadukan Anda dapat melakukannya dengan cara manual atau menggunakan bantuan mesin. Penyampuran atau pengadukan dengan menggunakan bantuan mesin akan menghasilkan mutu beton lebih Juga Campuran Beton Menurut SNIPastikan Anda mencampur bahan-bahan atau material memiliki hasil adukan yang bersifat homogen. Adukan yang bersifat homogen ditandai dengan warna yang merata, tidak ada butir-butir yang terpisah atau tidak ada segregasi, dan adukan tidak terlalu kental atau terlalu cair. Apabila adukan Anda bersifat kurang homogen, dikhawatirkan akan berpotensi menyebabkan dak beton menjadi kurang pengecoranBuatlah terlebih dahulu bekisting dan kemudian pembesian sebelum proses pengecoran dimulai. Pada bagian sisi dalam papan bekisting sebaiknya diolesi dengan oil atau minyak. Hal tersebut dilakukan agar bekisting tidak melekat pada beton setelah dak beton tesebut kering. Sedangkan pembesian elemen struktur yang meliputi balok, kolom dan pelat, sebaiknya Anda mengikat semua elemen tersebut. Selain itu, proses pengecoran harus selesai dikerjakan dalam waktu 1 hari secara bersamaan dan cepat agar dak lantai Anda memiliki hasil yang baik dan memuaskan. Jika menggunakan ready mix, maka untuk mempercepat bisa Sewa Pompa Beton untuk mambantu cor lebih cepat Ketebalan dak beton haruslan cukup kuat. Biasanya atap dak lantai beton dibuat dengan ketebalan 12 cm. Sesudah proses pengecoran telah selesai dilakukan, siramlah dak beton tersebut dengan air sedikit demi sedikit. Hal ini bertujuan untuk menghindari cor beton mengeras dengan cepat. Kemudian tunggulah selama 2 minggu untuk mendapatkan hasil yang tadi tips tentang Cara Pembuatan Bekisting Dak Lantai Agar Kuat dan Tidak Roboh. Terima Kasih dan Share jika bermanfaat.
Metode cara membuat jalan beton 1. Pembersihan lokasi jalan yang akan di betonisasi. 2. Pembuatan rangkaian tulangan beton dapat dipabrikasi di lokasi proyek atau didatangkan dalam bentuk jadi. 3. Pekerjaan pengukuran dilakukan selama pekerjaan berlangsung untuk menentukan elevasi ketinggian konstruksi, kontrol kedataran jalan, kebenaran posisi jalan dan yang lainya. 4. Urugan dan timbunan tanah untuk meratakan elevasi jalan dengan tinggi sesuai perencanaan. 5. Penghamparan pondasi jalan dapat menggunakan batu kali. 6. Pemadatan pondasi jalan beton agar tidak terjadi penurunan saat konstruksi sudah selesai dibangun sehingga menyebabkan kerusakan atau retak-retak. 7. Pemasangan besi tulangan diatas pondasi yang sudah mengalami pemadatan. 8. Pemasangan papan bekisting pada tepi cor. 9. Pengecoran beton dilakukan setelah pembesian dan bekisting terpasang sempurna. 10. Perataan permukaan jalan beton dilakukan saat cor masih basah menjelang kering. 11. Penundaan proses pengeringan beton agar tidak mengalami keterakan dapat menambahkan bahan kimia pada adukan, atau dengan menutup permukaan beton dengan kain karung basah. 12. Jalan beton sebaiknya digunakan minimal 28 hari setelah pengecoran, karena pada saat itu jalan sudah mengeras dengan bagus. 13. Jalan beton sudah jadi, selamat menggunakan jalan baru. BEKISTING KAYU LATAR BELAKANG Saat ini struktur bangunan gedung lebih didominasi oleh beton. Berbeda dengan struktur kayu dan baja, beton memiliki keunggukan tersendiri yaitu mudah untuk di bentuk. Kemudahan untuk dibentuk tersebut karena keplastisan beton segar yang dapat di cetak sesuai bentuk yang direncanakan. Cetakan beton tersebut lebih di kenal dengan nama bekisting cetakan baik untuk mendapatkan bentuk yang di rencanakan dan pengerasan beton itu sendiri. Acuan dan perancah bekisting merupakan suatu konstruksi sementara, dikatakan smentara dikarenakan konstruksi acuan dan perancah akan dibongkar kembali apabila beton sudah cukup umur. Dengan demikia, dalam perencanaannya harus memnuhi persyaratan-persyaratan seperti, bioaya, kekuatan, kemudahan dalam pemasangan dan pembongkaran dll. Kwalitas bekisting dapat menentukan bentuk dan rupa bekisting. Oleh karena itu, bekisting harus di buat dari bahan yang bermutu dan perencanaa pembuatannya pun harus diperhatikan dengan baik, agar beton tidak mengalami lendutan dan lentur saat proser pengecoran. BAB II URAIAN PENGERTIAN Acuan cetakan beton atau bekisting perancah ialah suatu konstruksi sementara yang di dalamnya atau di atasnya dapat di stel baja tulangan dan sebagai wadah dari adukan beton yang dicorkan sesuai dengan bentuk yang kita dikehendaki. Jadi acuan dan cetakan beton harus dapat menahan berat baja tulangan, adukan beton yang dicorkan, pekerja-pekerja pengecor beton dan lain sebagainya, sampai beton mengeras, sehingga dapat menahan berat sendiri dan sebagian dari beban kerja. Pada cetakan biasanya terdiri dari bidang-bidang bagian bawah dan samping. Papan-papan bagian bawah dari cetakan yang tidak terletak langsung di atas tanah harus dipikul oleh gelagar-gelagar acuan,sedangkan gelagar acuan itu harus di dukung oleh tiang-tiang acuan. Gelagar acuan dan tiang acuan adalah suatu konstruksi sementara, yang gunanya untuk mendukung cetakan beton. Pada konstruksi beton yang langsung terletak di atas tanah, bagian bawah tidak perlu di beri cetakan, tetapi cukup dipasang lantai kerja dari beton dengan campuran 1sp 3ps 5kr yang tebalnya 5 cm. jadi yang perlu di beri papan cetakan cukup bagian samping saja. Persyaratan umum dalam mendesain suatu struktur, baik struktur permanen maupun sementara seperti bekisting setidaknya ada 3 persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu 1. Syarat Kekuatan, yaitu bagaimana material bekisting seperti balok kayu tidak patah ketika menerima beban yang bekerja. 2. Syarat Kekakuan, yaitu bagaimana meterial bekisting tidak mengalami perubahan bentuk / deformasi yang berarti, sehingga tidak membuat struktur sia-sia. 3. Syarat Stabilitas, yang berarti bahwa balok bekisting dan tiang/perancah tidak runtuh tibatiba akibat gaya yang bekerja. Ada 3 tujuan penting yang harus diperhatikan dalam membangun dan merancang bekisting, yaitu 1. Kualitas Bekisting harus didesain dan dibuat dengan kekakuan stiffness dan keakurasian sehingga bentuk, ukuran, posisi dan penyelesaian dari pengecoran dapat dilaksanakan sesuai toleransi yang diinginkan. 2. Keselamatan Bekisting harus didirikan dengan kekuatan yang cukup dan faktor keamanan yang memadai sehingga sanggup menahan/menyangga seluruh beban hidup dan mati tanpa mengalami keruntuhan atau berbahaya bagi pekerja dan konstruksi beton. 3. Ekonomis ; Bekisting harus di buat secara efisien, meminimalisasi waktu dan biaya dalam proses pelaksanaan dan skedul demi keuntungan kontraktor dan owner pemilik BEKISTING KAYU Bekisting kolom Pada pemakaian papan cetakan dari kayu biasanya dipakai ukuran tebal 2-3 cm, sedangkan lebarnya 15-20 cm, itu digunakan pada pekerjaan yang sifatnya un expose dan bervolume kecil, contoh sloof, kolom praktis, ringbalk dll. Sedangkan untuk pekerjaan yg sifatnya expose dan bervolume besar bekisting menggunakan multipleks yang memiliki ketebalan 3-9mm. untuk gelagar acuan biasanya ukuran kayuialah 3-7 cm. Bekisting balok Tiang-tiang acuan dari kayu, dulu banyak dipakai bentuk penampang balok persegi empat atau bujur sangkar, tetapi sekarang banyak di pakai kayu yang berpenampang bulat dolk dengan garis tengah 7 sampai 13 cm, juga bisa menggunakan scalfolding yang terbuat dari besi. Meskipun cetakan dan acuan di buat dari kayu yang murah, tetapi kayu harus cukup baik dan tidak boleh terlalu basah, sebab kayu yang terlalu basah akan mudah melengkung dan pecah. Kayu-kayu untuk cetakan dan acuan dapat dipakai beberapa kali, tergantung dari mutu kayunya, mungkin juga hanya dapat dipakai satu kali, bila mutu kayunya jelek. Pembuatan suatu cetakan dan acuan, meskipun kelihatannya pekerjaan kasar, tetapi harus dipenuhi persyaratan ketepatan ukuran dan keteguhan, sebab cetakan dan acuan harus kuat, tidak berubah bentuk waktu dicor beton, mudah dibongkar dan murah. BAGIAN – BAGIAN BEKISTING KAYU a b c d Cetakan Gelagar balok Gelagar untuk cetakan lantai / cetakan balok Papan penjepit cetakan Bagian perancah e Tiang perancah f Baji g Landasan Papan Cetakan o Cetakan balok bisa terbuat dari papan maupun multipleks. Apabila acuannya menggunakan papan maka perlu menyambung papan cetakan tersebut dengan beberapa klem perangkai. Yang perlu diperhatikan adalah kerapatan dari sambungan – sambungan yang dibuat, sehingga air semen tidak keluar melalui celah – celah sambungan. o Untuk mencegah bagian bawah bekisting terbuka saat beton dicor, harus dibuatkan klem penjepit, dapat berupa papan ataupun balok kayu ukuran 5/7. o Sedangkan untuk balok yang tingginya lebih dari 55 cm, pada cetakan samping perlu ditahan untuk menahan lentur dan dibuatkan skor. Tiang Perancah o Acuan dapat menumpu pada satu tiang ataupun dua tiang, sesuai keperluannya. Apabila menggunakan satu tiang maka perletakan tiang dipasang di tengah, dan bila menggunakan dua tiang maka perletakannya pada bagian tepi. o Jarak antar tiang arah memanjang dibuat sama dengan jarak klam perangkai, sedang jarak antar tiang arah lebarnya tergantung dari lebar balok. o Untuk perancah dari kayu untuk menyetel ketinggian, di bagian bawah tiang perancah diberi baji, sehingga akan memudahkan menaik-turunkan ketinggian yang ditentukan. Sedangkan bila perancah dari baja untuk menyetel ketinggian sudah terdapat ulir yang berfungsi untuk menaik - turunkan ketinggian tiang perancah. Agar tiang perancah tidak amblas ke dalam tanah dipakai papan alas. PEMAKUAN CETAKAN Pemakuan yang berhubungan langsung dengan cetakan berfungsi sebagai pegangan agar tidak bergeser, sehingga pemakuan hanya sedikit saja dan panjang paku tidak terlalu panjang. 2. Untuk pemakuan yang lain minimal dua buah paku dan dibuat tidak segaris. 1. SAMBUNGAN Sambungan untuk cetakan bawah papan dengan papan , diletakkan ditengah tumpuan dan masing – masing sisi dipaku 2 buah paku. 2. Sambungan untuk cetakan samping papan dengan papan , papan dirangkai dengan menggunakan klam perangkai, sambungan tersebut tidak boleh segaris. 3. Sambungan gelagar dengan tiang pada konstruksi sederhana, gelagarnya memakai papan dan sambungan dengan tiang cukup dipakukan saja. Untuk konstruksi yang memikul beban berat, gelagarnya memakai balok 6/12 untuk gelagar utama, sedang pembaginya ukuran 5/7. 1. Sambungan tiang dengan tiang, penempatan sambungan ini jangan diletakkan pada tengah dari tinggi tiang, karena daerah ini terjadi tekuk yg paling besar. Dan peletakan sambungan ini untuk satu dan lainnya jangan segaris lurus. METODA PELAKSANAAN Memasang Bekisting Unit ini berlaku pada pembuatan bekisting untuk pekerjaan pengecoran beton pada bangunan gedung Sub Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 1. Memilih sistem, rencana dan Spesifikasi pekerjaan bekisting persiapan kerja dikenali dan dipahami Lokasi dan kebutuhan konstruksi bekisting diidentifikasi dari gambar pekerjaan beton Sistem bekisting dipilih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan sistem perancah yang digunakan. 2. Melaksanakan pekerjaan Material/ kuantitas kebutuhan persiapan pembuatan dan sistem bekisting ditentukan sesuai pemasangan bekisting dengan kebutuhan dan spesifikasi konstruksi bekisting Peralatan keamanan dan keselamatan diri dipilih, dan dipakai dengan benar. Peralatan pertukangan dipilih dan dipakai secara benar dan dicek kemampuannya. Kunci titik acuan/garis/grid diletakkan secara tepat sesuai dengan gambar kerja atau shop drawing. Papan-papan/ panel penutup bekisiting dipotong sesuai kebutuhan 3. Merakit bekisting kolom Sistem sambungan dan sistem perkuatan bekisting kolom dipilih sesuai dengan kebutuhan atau gambar shop drawing. Papan-papan atau panel kayu lapis yang telah dipotong dirakit menjadi bekisting sesuai dengan bentuk dan ukuran kolom, sebagaimana gambar shop drawing Perkuatan-perkuatan bekisting dipasang untuk menjamin bekisting tidak berubah bentuk akibat tekanan cor beton. 4. Memasang bekisting Bekisting kolom atau dinding atau dinding didirikan pada tempat dan elevasi yang telah ditentukan sesuai dengan gambar kerja atau shop drawing 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Perkuatan diagonal dipasang, kevertikalan diukur dengan lot, kemudian perkuatan diagonal dimatikan. Memasang bekisting Papan-papan/ panel penutup dan pelat lantai bekisting dipotong dan dipasang di atas perancah sesuai dengan bentuk balok/ pelat lantai Perkuatan-perkuatan bekisting dipasang untuk menjamin bekisting tidak berubah bentuk akibat tekanan cor beton. Lis tali air, nat, dll, dipasang sesuai dengan gambar Membereskan pekerjaan Daerah kerja dibereskan. Limbah dan bahan-bahan sisa yang tidak diperlukan dibuang, sisa kayu yang masih dapat dipakai disimpan. Peralatan dan alat bantu kerja dibersihkan, disimpan dan dirawat. Persyaratan Unjuk Kerja Unit ini berlaku untuk seluruh tipe bekisting kayu di atas tanah untuk membentuk kolom, dinding, balok atau pelat lantai beton bertulang. Bahan yang dipakai meliputi papan kayu balok kayu kayu lapis Persyaratan Jaminan Kualitas meliputi prosedur dan pengoperasian tempat kerja prosedur kerja kualitas bahan prosedur pengendalian kualitas penggunaan dan perawatan perlengkapan kepedulian terhadap spesifikasi pekerjaan ketelitian pengukuran finishing permukaan beton Persyaratan kesehatan dan keselamatan kerja harus mengacu pada undang-undang atau peraturan daerah yang berlaku, dan setidaknya mencakup lingkungan dan keselamatan tempat kerja perlengkapan dan pakaian keselamatan kerja penggunaan peralatan dan perlengkapan penanganan bahan perlengkapan keselamatan lantai kerja pekerjaan yang dilakukan di atas perancah resiko keselamatan Perlengkapan dan pakaian keselamatan kerja meliputi sepatu kerja sarung tangan helm proyek pakaian kerja 6. Peralatan dan perlengkapan dapat meliputi tetapi tidak terbatas pada alat ukur meteran waterpas/penyipat datar pesawat penyipat datar benang unting-unting siku/pasekon mistar pola cetakan klem/alat perapat perancah bangku kerja palu pahat ketam bor listrik mesin lamelo router listrik gergaji ampelas obeng Acuan Penilaian Kompetensi ditunjukkan dengan membuat dan memasang bekisting untuk pekerjaan pengecoran kolom, dinding, balok atau pelat lantai beton bertulang. 1 Aspek-aspek kritikal Kompetensi harus diamati dalam hal-hal menunjukan kesesuaian dengan peraturan peselamatan yang berlaku untuk tempat kerja. menunjukkan kesesuaian dengan prosedur kualitas organisasi dan proses dalam konteks pembuatan dan pemaangan bekisting. merencanakan dan mengurutkan proses pekerjaan dalam suatu logika yang benar memilih dan menggunakan proses, peralatan dan perabot yang sesuai memasang, membentuk dan menempatkan bekisting sesuai dengan shop drawing memberi perhatian pada ketelitian pengukuran, kelurusan, dan kerataan elevasi bekisting membersihkan dan melapisi bekisting dengan bahan pelapis sebelum pemasangan tulangan komunikasi interaksi dengan orang lain untuk memastikan keamanan dan efektifitas proses pelaksanaan 2 Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain .A. Melaksanakan pengukuran di lapangan .A. Mengukur dan menghitung kebutuhan bahan .A. Memahami dan menginterprestasikan gambar kerja dan spesifikasi bahan .A. Membangun perancah 3 Pengetahuan dan ketrampilan yang mendukung Pengetahuan tentang Tempat kerja dan peralatan keselamatan, termasuk peraturan-peraturan keselamatan yang relevan Tipe-tipe bekisting kayu Konstruksi bekisting Pengertian adanya beban merata pada bekisting ketika pengecoran Gambar dan spesifikasi Peralatan dan perabot Bahan-bahan bekisting Bahan dan alat penyetel dan pengaku Penghitungan kebutuhan bahan Pengukuran dan penentuan ketinggian leveling Ketrampilan Kemampuan untuk kerja secara aman mengorganisir kerja membaca dan menginterpretasikan gambar serta spesifikasi. memulai kerja menggunakan alat atau perabotan memperbaiki material berkomunikasi secara efektif menghitung kuantitas material 4 Kondisi-kondisi yang harus dipenuhi Kondisi lokasi tempat kerja untuk pemasangan bekisting Tempat kerja, peralatan dan perabot yang sesuai untuk konstruksi dan proses pemasangan bekisting Bahan dan sistem bekisting yang sesuai untuk konstruksi bekisitng Gambar dan spesifikasi elemen struktural beton bertulang dan bekisting yang disarankan. 5 Metoda pengujian Kompetensi diujikan dengan pengamatan langsung dengan memberikan tugas dan pertanyaan tentang pengetahuan yang terkait. Kompetensi diujikan di bawah pengecekan umum yang terpandu pada setiap tahap proses dan pada keseluruhan aktivitas dengan melihat kriteria unjuk kerja dan spesifikasi. BAHAN PELEPAS CETAKAN Berfungsi untuk mempermudah pelepasan atau mengurangi daya lekat antara cetakan dan beton. 1. 2. 3. Bahan-bahan yang digunakan Minyak pelumas Meni Plastik TYPE PEKERJAAN BEKISTING 1. Sistem konvensional / tradisional oBanyak bahan terbuang oTenaga kerja banyak oWaktu kerja lama oPemakaian berulang terbatas 2. Semi Sistem Konvensional 3. Sistem penuh / pabrikan o Biaya investasi tinggi o Umur pemakaian lama o Multiguna o Dilengkapi dengan gambar sistem PERTIMBANGAN PEMILIHAN BEKISTING 1. Pertimbangan jenis pekerjaan o Rumit / khusus ……. Tradisional / semi sistem o Modulair ……………. Semi sistem o Tinggi / typikal ……. Sistem penuh 2. Penguasaan teknologi …… SDM 3. Ketersediaan peralatan 4. Ekonomis PEMBONGKARAN BEKISTING Pembongkaran dilakukan bila umur beton telah mencapai cukup umur 28 hari .Danbeton akan mencapai kekuatan penuh dan elemen konstruksi akan mampu memikul beban luar yang bekerja padanya. BAB III. KESIMPULAN Bekisting atau perancah sangat penting dalam pembuatan beton karena dapat mempengaruhi bentuk dan kualitas dari beton tersebut. bekisting juga tidak perlu menggunakan kayu yang mahal atau kayu yang kualitas bagus, cukup dengan kayu yang biasa saja ataupun dengan kayu yang murah seperti kayu/papan albasiah bekisting sudah bisa dibuat. 1. Pekerjaan Konstruksi Kolom Pada proyek Apartement kolom yang digunakan ada 2 bentuk, yaitu persegi dan silender. Prosedur pelaksanaan pekerjaan kolom dalam proyek ini secara keseluruhan sama, meskipun dimensi dan jumlah tulangan pada masing-masing tipe kolom teknis pada pekerjaan kolom adalah sebagai berikut 1 Penentuan As kolom Titik-titik dari as kolom diperoleh dari hasil pengukuran dan pematokan. Hal ini disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan. Cara menentukan askolom membutuhkan alat-alat seperti theodolit, meteran, tinta, sipatan dll. Proses pelaksanaan a Penentuan as kolom dengan Theodolit dan waterpass berdasarkan shop drawing dengan menggunakan acuan yang telah ditentukan bersama dari titik BM Bench Mark Jakarta. b Buat as kolom dari garis pinjaman c Pemasangan patok as bangunan/kolom tanda berupa garis dari sipatan. 2 Pembesian kolom Proses pekerjaan pembesian dalam proyek ini adalah sebagai berikut a Pembesian atau perakitan tulangan kolom adalah precast atau dikerjakan di tempat lain yang lebih aman b Perakitan tulangan kolom harus sesuai dengan gambar kerja. c Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama. Sebelum pemasangan sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan kapur. d Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan sistem silang. e Setelah tulangan selesai dirakit, untuk besi tulangan precast diangkut dengan menggunakan Tower Crane ke lokasi yang akan dipasang. f Setelah besi terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton deking sesuai ketentuan. Beton deking ini berfungsi sebagai selimut beton. 3 Pemasangan Bekisting Kolom Pemasangan bekisting kolom dilaksanakan apabila pelaksanaan pembesian tulangan telah selesai dilaksanakan. Berikut ini adalah uraian singkat mengenai proses pembuatan bekisting kolom. a Bersihkan area kolom dan marking posisi bekisting kolom. b Membuat garis pinjaman dengan menggunakan sipatan dari as kolom sebelumnya sampai dengan kolom berikutnya dengan berjarak 100cm dari masing-masing as kolom. c Setelah mendapat garis pinjaman, lalu buat tanda kolom pada lantai sesuai dengan dimensi kolom yang akan dibuat, tanda ini berfungsi sebagai acuan dalam penempatan bekisting kolom. d Marking sepatu kolom sebagai tempat bekisting e Pasang sepatu kolom pada tulangan utama atau tulangan sengkang. f Pasang sepatu kolom dengan marking yang ada. g Atur kelurusan bekisting kolom dengan memutar push pull. h Setelah tahapan diatas telah dikerjakan, maka kolom tersebut siap dicor. 4 Pengecoran kolom Langkah kerja pekerjaan pengecoran kolom adalah sebagai berikut a Persiapan pengecoran Sebelum dilaksanakan pengecoran, kolom yang akan dicor harus benar-benar bersih dari kotoran agar tidak membahayakan konstruksi dan menghindari kerusakan beton. b Pelaksanaan pengecoran Pengecoran dilakukan dengan menggunakan bucket cor yang dihubungkan dengan pipa tremi dengan kapasitas bucket sampai 0, tersebut diangkut dengan menggunakan Tower crane untuk memudahkan pengerjaan. Penuangan beton dilakukan secara bertahap, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran berlangsung, pemadatan beotn menggunakan vibrator. Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga udara serta untuk mencapai pemadatan yang maksimal. 5 Pembongkaran bekisting kolom Setelah pengecoran selesai, maka dapat dilakukan pembongkaran bekisting. Proses pembongkarannya adalah sebagai berikut a Setelah beton berumur 8 jam, maka bekisting kolom sudah dapat dibongkar. b Pertama-tama, plywood dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar lekatan beton pada plywood dapat terlepas. c Kendorkan push pull penyangga bekisting, lalu lepas push pull. d Kendorkan baut-baut yang ada pada bekisting kolom, sehingga rangkaian/panel bekisting terlepas. e Panel bekisting yang telah terlepas, atau setelah dibongkar segera diangkat dengan tower crane ke lokasi pabrikasi awal. 6 Perawatan Beton Kolom Perawatan beton kolom setelah pengecoran adalah dengan sistem kompon, yaitu dengan disiram 3 kali sehari selama 3 hari. 1 Pemeliharaan Balok dan Pelat Curing Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang dilakukan adalah dengan menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu. 2. Pekerjaan konstruksi Pelat Lantai Dan Balok Pekerjaan balok dilaksanakan setelah pekerjaan kolom telah selesai dikerjakan. Pada proyek Apartement sistem balok yang dipakai adalah konvensional. Balok yang digunakan memiliki tipe yang berbeda-beda. Balok terdiri dari 2 macam, yaitu balok utama balok induk dan balok anak. Semua perkerjaan balok dan pelat dilakukan langsung di lokasi yang direncanakan, mulai dari pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran sampai perawatan. 1 a. Tahap Persiapan Pekerjaan Pengukuran Pengukuran ini bertujuan untuk mengatur/ memastikan kerataan ketinggian balok dan pelat. Pada pekerjaan ini digunakan pesawat ukurtheodolithe. b. Pembuatan Bekisting Pekerjaan bekisting balok dan pelat merupakan satu kesatuan pekerjaan, kerena dilaksanakan secara bersamaan. Pembuatan panel bekisting balok harus sesuai dengan gambar kerja. Dalam pemotongan plywood harus cermat dan teliti sehingga hasil akhirnya sesuai dengan luasan pelat atau balok yang akan dibuat. Pekerjaan balok dilakukan langsung di lokasi dengan mempersiapkan material utama antara lain kaso 5/7, balok kayu 6/12, papan plywood. c. Pabrikasi besi Untuk balok, pemotongan dan pembengkokan besi dilakukan sesuai kebutuhan dengan bar cutter dan bar bending. Pembesian balok ada dilakukan dengan sistem pabrikasi di los besi dan ada yang dirakit diatas bekisting yang sudah jadi. Sedangkan pembesian plat dilakukan dilakukan di atas bekisting yang sudah jadi. 2 Tahap Pekerjaan Balok dan Pelat Pengerjaan balok dan pelat dilakukan secara bersamaan pada dasar. a. Pembekistingan balok Tahap pembekistingan balok adalah sebagai berikut 1 Scaffolding dengan masing – masing jarak 100 cm disusun berjajar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, baik untuk bekisting balok maupun pelat. 2 Memperhitungkan ketinggian scaffolding balok dengan mengatur base jack atau Uhead jack nya. 3 Pada U-head dipasang balok kayu girder 6/12 sejajar dengan arahcross brace dan diatas girder dipasang balok suri tiap jarak 50 cm kayu 5/7 dengan arah melintangnya, kemudian dipasang pasangan plywoodsebagai alas balok. 4 Setelah itu, dipasang dinding bekisting balok dan dikunci dengan siku yang dipasang di atas suri-suri. b. Pembekistingan pelat Tahap pembekistingan pelat adalah sebagai berikut 1 Scaffolding disusun berjajar bersamaan dengan scaffolding untuk balok. Karena posisi pelat lebih tinggi daripada balok maka Scaffolding untuk pelat lebih tinggi daripada balok dan diperlukan main frame tambahan dengan menggunakan Joint pin. Perhitungkan ketinggian scaffolding pelatdengan mengatur base jack dan U-head jack nya 2 Pada U-head dipasang balok kayu girder 6/12 sejajar dengan arahcross brace dan diatas girder dipasang suri-suri dengan arah melintangnya. 3 Kemudian dipasang plywood sebagai alas pelat. Pasang juga dinding untuk tepi pada pelat dan dijepit menggunakan siku.. Plywood dipasang serapat mungkin, sehingga tidak terdapat rongga yang dapat menyebabkan kebocoran pada saat pengecoran 4 Semua bekisting rapat terpasang, sebaiknya diolesi dengan solar sebagai pelumas agar beton tidak menempel pada bekisting, sehingga dapat mempermudah dalam pekerjaan pembongkaran dan bekisting masih dalam kondisi layak pakai untuk pekerjaan berikutnya. c. Pengecekan Setelah pemasangan bekisting balok dan pelat dianggap selesai selanjutnya pengecekan tinggi level pada bekisting balok dan pelat dengan waterpass, jika sudah selesai maka bekisting untuk balok dan pelat sudah siap. d. Pembesian balok Tahap pembesian balok adalah sebagai berikut 1 Untuk Pembesian balok pada awalnya dilakukan pabrikasi di los besi kemudian diangkat menggunakan tower crane ke lokasi yang akan dipasang. 2 Besi tulangan balok yang sudah diangkat lalu diletakkan diatas bekisting balok dan ujung besi balok dimasukkan ke kolom. 3 Pasang beton decking umtuk jarak selimut beton pada alas dan samping balok lalu diikat. Untuk pembesian balok dilakukan 3 kali perubahan dalam metode pemasangannya. Perubahan yang pertama yaitu semua besi tulangan dipabrikasi seluruh bagian sampai balok jadi utuh, namun ada kendala pada saat pertemuan pembesian kolom sehingga dilakukan perubahan yang kedua yaitu dengan pembesian pabrikasi sebagian, tulangan memanjang dan sengkang dipisah namun ada kendala pada saat pembersihannya dan perubahan yang terakhir semua bagian pembesian dilakukan ditempat yang akan dicor tidak dipabrikasikan lagi dan sampai kini metode ini yang paling baik untuk digunakan. e. Pembesian pelat Setelah tulangan balok terpasang. Selanjutnya adalah tahap pembesian pelat,antara lain 1 Pembesian pelat dilakukan langsung di atas bekisting pelat yang sudah siap. Besi tulangan diangkat menggunakan tower crane dan dipasang diatas bekisting pelat. 2 Rakit pembesian dengan tulangan bawah terlebih dahulu. Kemudian pasang tulangan ukuran tulangan D10-200. 3 selanjutnya secara menyilang dan diikat menggunakan kawat ikat. 4 Letakkan beton deking antara tulangan bawah pelat dan bekisting alas pelat. Pasang juga tulangan kaki ayam antara untuk tulangan atas dan bawah pelat. f. Pengecekan Setelah pembesian balok dan pelat dianggap selesai, lalu diadakan checklist/ pemeriksaan untuk tulangan. Adapun yang diperiksa untuk pembesian balok adalah diameter dan jumlah tulangan utama, diameter, jarak, dan jumlah sengkang, ikatan kawat, dan beton decking. Untuk pembesian pelat lantai yang diperiksa adalah, penyaluran pembesian pelat terhadap balok, jumlah dan jarak tulangan ekstra, perkuatan sparing pada lubang-lubang di pelat lantai, beton decking, kaki ayam, dan kebersihannya. g. Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting pelat dilakukan setelah 4 hari pengecoran sedangkan untuk balok pembongkaran bekisting dilakukan 7 hari setelah pengecoran. Setelah bekisting di bongkar kemudian dipasang sapot sebagai penunjang pelat dan beban diatasnya. 3. Tahap Pengecoran Pelat dan Balok a Administrasi pengecoran 1 Setelah bekisting dan pembesian siap engineer mengecek ke lokasi atau zona yang akan dicor 2 Setelah semua OK, engineer membuat izin cor dan mengajukan surat izin ke konsultan pengawas 3 Kemudian tim pengawas melakukan survey ke lokasi yang diajukan dalam surat cor. 4 Setelah OK konsultan pengawas menandatangani surat izn cor tersebut 5 Surat izin cor dikembalikan kepada engineer dan pengecoran boleh dilaksanakan. b Proses Pengecoran Pelat lantai dan Balok Pengecoran pelat dilaksanakan bersamaan dengan pengecoran balok.. Peralatan pendukung untuk pekerjaan pengecoran balok diantaranya yaitu bucket, truck mixer, vibrator, lampu kerja, papan perata. Adapun proses pengecoran pelat sebagai contoh pengamatan yaitu adalah sebagai berikut 1. Setelah mendapatkan Ijin pengecoran disetujui, engineer menghubungi pihak beaching plan untuk mengecor sesuai dengan mutu dan volume yang dibutuhkan di lapangan. 2. Pembersihan ulang area yang akan dicor dengan menggunakan air compressor sampai benar – benar bersih 3. Truck Mixer tiba di proyek dan laporan ke satpam kemudian petugas dari PT. ADHIMIX PRECAST menyerahkan bon penyerahan barang yang berisi waktu keberangkatan, kedatangan, waktu selesai, volume. 4. Bucket dipersiapkan sebelumnya kemudian di siram air untuk membersihkan bucket dari debudebu atau sisa pengecoran sebelumnya. Selanjutnya mempersiapkan satu keranjang dorong untuk mengambil sampel dan test slump yang diawasi olah engineer dan pihak pengawas. 5. Setelah dinyatakn OK, pengecoran siap dilaksanakan 6. Sampel benda uji diambil bersamaan selama pengecoran berlangsung, diambil Beton yang keluar dari truk kemudian dituang ke bucket lalu bucket diangkut dengan TC 7. Setelah bucket sampai pada tempat yang akan dicor, petugas bucket membuka katup bucket untuk mengeluarkan beton segar ke area pengecoran. 8. Kemudian pekerja cor meratakan beton segar tersebut ke bagian balok terlebih dahulu selanjutnya untuk plat diratakn oleh scrub secara manual lalu check level dengan pekerja vibrator memasukan alat kedalam adukan kurang lebih 5-10 menit di setiap bagian yang dicor. Pemadatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya rongga udara pada beton yang akan mengurangi kualitas beton. 9. Setelah dipastikan balok dan pelat telah terisi beton semua, permukaan beton segar tersebut diratakan dengan menggunakan balok kayu yang panjang dengan memperhatikan batas ketebalan pelat yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 10. Pekerjaan ini dilakukan berulang sampai beton memenuhi area cor yang telah ditentukan, idealnya waktu pengecoran dilakukan 6 sampai 8 jam c Pengecoran Balok Setelah pekerjaan pembesian balok dan pelat selesai, maka dapat dilakukan pengecoran. Pengecoran balok dan pelat dilakukan bersamaan. Nilai slump pada pelat 12 2cm 10 cm s/d 14 cm sedangkan pada balok 12 2cm 10 cm s/d 14 cm. Pengecoran balok dan pelat dengan menggunakn concrete pump dengan menggunakan beton readymix. Sebelum proses pengecoran dilaksanakan, maka perlu dilakukan pemeriksaan bekisting meliputi Posisi bekisting harus dicek lagi apakah sudah sesuai dengan yang direncanakan. Bekisting harus lurus, tegak, tidak bocor, dan kuat. Selain mengenai hal tersebut, sebelum dilaksanakan pengecoran, bekisting dibersihkan dulu dengan menggunakan compressor. Pelaksanaan pengecoran balok dan pelat adalah sebagai berikut a Untuk pelaksanaan pengecoran balok dan pelat lantai, digunakan concrete pump yang menyalurkan beton readymix dari truck mixer ke lokasi pengecoran, dengan menggunakan pipa pengecoran yang di sambung-sambung. b Alirkan beton readymix sampai ke lokasi pengecoran, lalu padatkan dengan menggunakan vibrator. c Setelah beton dipadatkan, maka dilakukan petrataan permukaan coran dengan menggunakan alat-alat manual. d Setelah proses pengecoran selesai ampai batas pengecoran, maka dilakukanfinishing. 4. Pembongkaran Bekisting Untuk pelat pembongkaran besting dilakukan setelah 4 hari pengecoran sedangkan untuk balok pembongkaran bekisting dilakukan 7 hari setelah pengecoran. Sebagai penunjang sampai pelat benar – benar mengeras. 5. Perawatan curing Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton tetap terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang menyiram/membasahi beton 2 kali sehari selama 1 minggu dilakukan adalah dengan
Jenis-jenis Bekisting – Kuatnya jalan beton juga tidak hanya dipengaruhi kualitas beton yang digunakan, namun juga karena pembuatan bekistingnya. Seperti yang kita ketahui bekisting merupakan cetakan untuk pengecoran beton agar beton yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan. Cara pemasangannya sendiri telah kita bahas di “Cara Membuat Bekisting Jalan Beton“.Meskipun bekisting ini hanya bersifat sementara, akan tetapi kualitas beton yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh bekisting. Dalam bidang konstruksi sendiri termasuk jalan beton, bekisting dibagi dalam beberapa jenis. Jenis-jenis bekisting tersebut adalah sebagai berikut Jenis-jenis Bekisting1. Bekisting konvensionalBekisting yang menggunakan kayu dan papan ini merupakan jenis bekisting pertama yang dikenal. Papan yang dipakai disini merupakan jenis papan yang tahan dengan kelembaban dengan tebal antara 2 – 3 cm dan lebar 15 – 20 cm. Sedangkan untuk triplek yang digunakan mempunyai ketebalan 3 – 9 tidak mudah melengkung dan pecah sebaiknya kayu yang digunakan jangan terlalu basah dan memiliki kualitas yang baik. Triplek dan papan ini dipasang di bagian struktur dan akan dilepas ketika beton telah kualitas kayu dan triplek masih dalam keadaan baik maka bisa digunakan untuk proses pengecoran selanjutnya. Namun umumnya kayu dan triplek hanya bisa digunakan 1 kali saja. Bekisting jenis ini membutuhkan waktu lebih lama dalam pembongkaran dan jarang digunakan dalam proyek besar karena hasilnya kurang Bekisting Knock DownSistem bekisting knock down merupakan perkembangan atau inovasi dalam bidang konstruksi. Jenis bekisting ini menggunakan bahan besi hollow dan plat baja, dibandingkan jenis konvensional tentu jenis ini mempunyai presisi yang lebih baik. Bekisting Knock Down juga lebih mudah dipasang dan dibongkar dan membutuhkan tenaga pekerja yang lebih tetapi dibandingkan jenis konvensional, jenis bekisting ini membutuhkan biaya yang lebih mahal. Akan tetapi jenis bekisting ini bisa dipakai berulang kali karena lebih tahan lama asalkan dirawat dengan baik dan benar. Agar kualitasnya tetap terjaga, maka sebaiknya jenis bekisting ini harus segera dibersihkan setelah harganya lebih mahal, namun bila bekisting ini bisa digunakan berulang kali maka anggarannya justru akan lebih kecil. Hal ini karena bekisting knock down merupakan bekisting untuk jangka panjang. Kini jenis bekisting ini semakin banyak dipesan dan Bekisting FiberglassJenis bekisting fiberglass dibuat dari bahan yang tahan air sehingga cocok untuk pekerjaan di bawah tanah. Selain itu bahan fiberglass juga punya banyak keunggulan seperti tidak mudah berkarat, ringan, ramah lingkungan, mudah dibersihkan, dipasang dan halnya jenis knock down, jenis fiberglass juga dapat digunakan berulang kali sehingga menghemat anggaran. Jenis bekisting ini bisa menghasilkan beton dengan ketegakan, ukuran, kerataan dan kesikuan yang baik. Jenis bekisting fiberglass dan knock down bisa menekan penggunaan bekisting konvensional yang membutuhkan banyak kayu. Jenis bekisting ini juga tidak meninggalkan sampah setelah penggunaannya, bahan fiberglass juga merupakan bahan yang bisa didaur apapun jenis bekisting yang digunakan tetap membutuhkan ketepatan dan ketelitian dalam pemasangannya. Bekisting yang dibuat juga harus sesuai atau berpedoman pada gambar dan perhitungan yang sudah direncanakan. Dengan pemasangan bekisting yang baik juga akan membuat keselamatan pekerja konstruksi terjamin.
cara membuat bekisting jalan beton