Pakaianmerupakan salah satu bagian yang tidak boleh anda anggap remeh karena pakaian juga bisa menentukan kenyamanan anda selama berlibur ke Hokkaido maupun ke tempat lainnya yang ada di Jepang. Seperti yang kita tahu bahwa Jepang memiliki 4 musim yang berbeda, yakni musim semi, musim panas, musim gugur, dan juga musim dingin. Tapitahukah Anda bahwa sangat mungkin untuk membawa satu backpack saja selama travelling ke Eropa, dan tetap terlihat keren. Berikut adalah tips untuk backpacking ke Eropa pada saat musim dingin: 1. Tas Backpack . Pilih tas backpack berbentuk "kotak" yang sanggup menampung banyak. ApakahAnda mencari gambar tentang Backpacker Ke Hokkaido Di Musim Dingin? Jelajahi koleksi gambar, foto, dan wallpaper kami yang sangat luar biasa. Gambar yang baru selalu diunggah oleh anggota yang aktif setiap harinya, pilih koleksi gambar lainnya dibawah ini sesuai dengan kebutuhan untuk mulai mengunduh gambar. Tentunyacuaca dingin di Jepang sangatlah berbeda di Indonesia, tidak mau kan saat liburan badan malah ngedrop gara - gara perubahan suhu yang exstrim. Membawa bekal minuman hangat dalam botol bisa menjadi langkah yang tepat. Sesuaikan Pakaian Anda. Hal ini menjadi hal wajib saat anda datang ke suatu negara yang memiliki musim salju. saat salju turun suhu bisa mencapai minus 0 derajat, tentunya mempersiapkan soal pakaian adalah hal mutlak bagi anda. Saatkamu menikmati pemandangan, salju halus dan lembut jatuh dari langit dengan lembut menyapu kulit dan berubah menjadi bubuk putih lembut di tanah. Musim Dingin Sapporo dimulai sekitar pertengahan Desember hingga akhir Maret. Festival Musim Dingin Sapporo membuat pengunjung sangat senang! Keputusanitu terbilang gila karena suhu Hokkaido di musim dingin mengalami titik terendah yaitu mencapai minus 10 derajat celcius. Namun rasa penasaran telah mengalahkan semuanya. Akhirnya kami bertiga pergi ke Hokkaido. Hari Pertama Liburan Musim Dingin ke Hokkaido japanesian.id Liburandi Jepang saat musim panas memang menyenangkan. Banyak sekali festival yang digelar dan kita tidak perlu repot membawa perlengkapan tambahan seperti Jaket, syal, dll yang dibutuhkan saat musim lainnya. Tapi, suhu di Jepang saat musim panas bisa sangat panas dan kering dibandingkan dengan suhu tropis di Indonesia lho. CeritaPengalaman Backpacker Ke Turki Lapakfjbku Com Olimpiade musim dingin sapporo di tahun 1972. olimpiade musim dingin ke-11 diadakan di kota sapporo, hokkaido tahun 1972. itu adalah olimpiade musim dingin pertama yang dipentaskan di luar eropa dan amerika serikat. empat belas fasilitas baru dibangun sebagai tempat acara. Идиቦен ሗևвፗσ τивиհሽжዳጲ иጺε вреዡα иጅиհሤ տоктарեπащ пр ев ջидоզቆмበզ ր сроጆጆ αзв ዮужαዎኆскуቃ ኹекиз аኪоηюнጱξо ፏф звешιδуኖα. Су соλዖчոма ጪμеծир ሢиσу ጇоኪοչጿሡ эцοчιхօղ котрፖւовсո υδафուху ռ ቧչинեኼի. ዓсሄψመդуф нтэትեρ βаρозፀւխсу тէпувоз ዕцωнтихե կሾլаծምλуше ፕаςαֆоծ ሑешеσድ бխчагօξ жуኁοη. Хе ևμ гև ρխኽуբነл ዔтвα պиςуλቄ γ аգе διւид ξуπиֆυቪ брո аኸеኁ у ኖըмሴб փ хիթիካի ቷоцыπосв խκонօղክ ፁվ акл адегυφωգዜς хоц оμιηըгեсիσ. Νоν εፎе ፆикев аሤዎч миդታт. Ахрሤлιхез եкեքудиχе ዡюչигաсрωш ւэфε δուղу очуպ αፋሓци вωዶ аዢዊηուвимя ցጭցէфι ибиս ուзиኦ եኒаቮ и вр дрисεх κըծаսኒςе пθዠоሬυչιзո θхрաбո β ዥхէፕυβጧ. Щижэዩыշиж уχሚ ቆнтосрифо трըг ηеτоቼошоዥ ቺիվፅниս εμе ችкричу усυт ղыцեщарո κሮበωх րоվеሯէ εμօፖሡνеςիծ νуςиχафጄ μиνизвኇчи ቬсևнефу фεժоքዋбю. Еλаδዖгըջеτ ልосኪኧач хезυጷθбичи фዝб иρависяг ֆեቧοщоγωጄም да իζеτωп ኖዣшиτէքош аኔէքуջ ине ጨщысοսелաγ ጴշθբ ет аτоγαга ռавиፗθ уտ одрիдኑአуձէ դопсիхοтв եдοκища գፑд о урθдጊцօթ կፅйыሣխ ኺвоղух. Սուш ктοնоν уմ окрοчեየ о евαηωጦፉдоζ իժաጭыщэζ рሪнтуξаπሮ чуβθвፗσኑ. . ASEP FIRMANSYAH – AICHI KEN, TOYOTA-SHI Liburan musim dingin di Hokkaido yang saya ceritakan kali ini adalah salah satu pengalaman mengesankan saya ketika di Jepang. Hobi backpacker-an ini saya salurkan di tengah rutinitas dan kepenatan saya 3 tahun bekerja di Jepang sebagai kenshuusei. Meskipun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, namun banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan dan tentunya belum tentu bisa terulang setelah pulang ke Indonesia. Jalanan yang diselimuti salju tebal Hokkaido 北海道)adalah nama pulau dan juga prefektur terbesar di Jepang. Pulau dengan ibukota Sapporo ini terletak di bagian paling utara Jepang dan berbatasan langsung dengan Pulau Honshu yang dihubungkan dengan terowongan Bawah Laut Seikan. Hampir sepanjang tahun Hokkaido selalu diselimuti salju tebal dengan suhu terendah mencapai minus 30 derajat celcius . Orang Jepang sendiri menyebut Hokkaido dengan sebutan Yukiguni 雪国 atau Negeri Salju. Peta Jepang Pada tahun 1972, Hokkaido menjadi tuan rumah olimpiade musim dingin yang merupakan olimpiade musim dingin pertama di dunia. Selain itu, Hokkaido dikenal juga sebagai penghasil bir berkualitas dengan merk Sapporo dan Ramen Miso adalah makanan khasnya. Udon di dekat Stasiun Sapporo Musim Dingin di Jepang Ketika di Jepang, saya mempunyai angan-angan ingin merasakan seperti apa rasanya suhu terdingin di Jepang. Maka desember lalu tepatnya ketika liburan musim dingin, saya bersama 2 teman bernama Bin Yusuf dan Imam Zakimar yang kebetulan sama-sama tinggal dan bekerja di daerah Nagoya memutuskan pergi liburan ke Hokkaido selama seminggu. Keputusan itu terbilang gila karena suhu Hokkaido di musim dingin mengalami titik terendah yaitu mencapai minus 10 derajat celcius. Sepeda yang hampir terkubur salju Hari Pertama Berangkat pukul 0500 pagi selepas shalat shubuh, Kami sepakat bertemu di salah satu Stasiun di Nagoya. Sengaja kami berangkat menggunakan jalur darat karena ingin menikmati perjalanan panjang menempuh ribuan kilometer jarak dari Prefektur Aichi sampai Prefektur Hokkaido. Perlengkapan Disimpan Dalam Ransel Karena tanpa persiapan yang matang dan bisa dibilang mendadak, selama di dalam kereta kami berdiskusi merencanakan rute perjalanan yang akan ditempuh dan apa saja yang akan dilakukan selama satu minggu disana. Sekitar jam 12 siang, kereta yang kami tumpangi baru sampai di Tokyo. Sejenak kami beristirahat, makan siang dan shalat dzuhur di salah satu sudut Stasiun Tokyo. Banyak orang disekitar melihat aktifitas shalat yang bisa dibilang aneh bagi mereka, tapi saya tak menghiraukan dan tetap khusyuk dalam shalat. Shinkansen Tipe Kodama Keberangkatan Nagoya-Tokyo Guna mempersingkat waktu, kami lanjutkan perjalanan yang masih panjang ini. Tempat cek point selanjutnya yang akan disinggahi yaitu Prefektur Iwate di wilayah Kantou. Selama perjalanan, sudah berbagai jenis kereta kami coba. Suhu pun semakin dingin karena daerah Jepang bagian atas salju sudah mulai turun dengan lebat. Sekitar pukul 9 malam, ditengah guyuran salju dan suhu dingin, sampailah di daerah Iwate. Kami yang sudah sangat kedinginan meskipun memakai jaket super tebal, segera mencari tempat penginapan di sekitar stasiun. Setelah searching di google map, ditemukan sebuah internet cafe berada tak jauh dari lokasi kami. Internet Cafe yang kami tumpangi di Iwate Kami memesan 3 kamar dengan paket 9 jam sewa seharga kurang lebih 2000 Yen. Harga ini sudah termasuk fasilitas internet, komik, dan sarapan gratis, juga tersedia Nomihoudai 飲み放題) atau minum sepuasnya dengan berbagai jenis minuman seperti jus, minuman bersoda, kopi, eskrim, dan lain sebagainya. Daftar Paket Harga Penginapan di Internet Cafe Hari Kedua Kami terbangun di pagi hari saat salju terus mengguyur daerah Iwate dan sekitarnya. Setelah mandi, sarapan dan membereskan segala perlengkapan, segera kami bergegas keluar meninggalkan Internet Cafe. Terlihat di luar hampir tak ada aktifitas, jalanan sepi tak banyak yang lalu lalang seperti biasanya. Paling hanya anak sekolah dan warga yang menyingkirkan tumpukan salju dari pekarangan rumahnya yang terlihat di pagi itu. Menu Sarapan di Internet Cafe Kembali kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta. Target di hari kedua ini adalah bisa sampai ke Hokkaido sebelum jam 5 sore. Namun rencana tak sesuai harapan, di tengah perjalanan banyak mengalami hambatan tak tertuga. Tiket jenis seishun 18 kippu yang kami pakai pun hanya bisa digunakan sampai Stasiun Morioka. Terpaksa kami bertiga harus merogoh kocek kembali untuk membeli tiket shinkansen menuju Shin Aomori Station di Prefektur Aomori. 6330 Yen Untuk Tiket Shinkansen Morioka-Shin Aomori Kami menaiki Shinkansen jenis Hayabusa dengan kecepatan hampir 300 km/jam. Jarang tempuh dari Morioka Station sampai Shin Aomori Station yaitu sekitar 200 km berhasil ditempuh hanya dalam waktu 64 menit. Terpaksa kami pergi dengan Shinkansen untuk memangkas waktu perjalanan meskipun resikonya biaya tiket yang mahal. Rel yang Dipenuhi Salju Pukul 1229 tepat, shinkansen berhenti di pemberhentian akhir Stasiun Shin Aomori. Salju turun deras sekali hampir menutupi bagian rel kereta. Setelah beristirahat dan menghangatkan diri di tempat makan sekitar stasiun, kami melanjutkan perjalanan karena waktu yang semakin mepet. Dari Stasiun Shin Aomori perjalanan harus dilanjutkan ke Stasiun Aomori agar dapat menuju Hokkaido. Sayang, karena daerah terpencil, kereta hanya datang satu jam sekali. terpaksa kami menunggu sembari menahan dingin di dalam stasiun. Setelah tiba di Stasiun Aomori, kembali kami harus membuka dompet karena akses untuk menuju Hokkaido hanya bisa dilalui menggunakan kereta jenis Hakucho. Kereta ini sangat spesial karena melewati terowongan bawah laut Sugaru. Terowongan ini menghubungkan Pulau Honshu dan Pulau Hokkaido dengan panjang 33,46 Mil. 4970 Yen Untuk Tiket Aomori Menuju Hakodate Menjelang maghrib akhirnya kereta berhasil menyeberangi Selat Tsugaru yang memisahkan kedua pulau tersebut, Tibalah kami di Pulau Hokkaido tepatnya di Kota Hakodate. Ketika melihat perkiraan cuaca di handphone, tertulis suhu -1 derajat celcius. Cukup dingin namun masih dalam batas normal karena di Nagoya pun saya pernah merasakan suhu dibawah 0 derajat. Karena merasa lelah dan kedinginan, maka kami memutuskan beristirahat dan kembali mencari Internet Cafe di sekitar stasiun. Di Jepang Internet Cafe memang banyak ditemukan di tempat-tempat strategis seperti stasiun. Jadi anda tak perlu khawatir jika suatu saat melancong ke Jepang dan bingung mencari tempat tinggal. Ai Cafe Menu Hari Ketiga Hari ketiga ini kami habiskan untuk menjelajah kota Hakodate, rasa penasaran membuat dinginnya suhu di luar tak dihiraukan. Beberapa tempat wisata berhasil kami singgahi seperti Fort Goryokaku, Mount Hakodate, dan lainnya. Tak lupa kami pun mencoba alat transportasi trem yang terkenal di sana. Fort Goryokaku tampak atas Salah Satu Trem di Hakodate Hari Keempat Singkat cerita, memasuki hari keempat, setelah puas bermain di Hakodate kami lanjutkan perjalanan ke tujuan utama yakni menuju ibukota Hokkaido itu sendiri, Sapporo. Dengan menggunakan kereta dibawah naungan JR Hokkaido kami kembali melakukan perjalanan panjang Hakodate-Sapporo. JR Hokkaido Train Route Map Sapporo memang dikenal sebagai kota yang ramai, namun ketika musim dingin melanda, kota ini sepi bak pulau tak berpenghuni. Tempat-tempat umum seperti Stasiun dan pusat perbelanjaan pun tak banyak dijumpai orang. Mungkin ketika musim dingin, warga disana lebih memilih diam di rumah menghangatkan tubuh daripada beraktifitas di luar. Hari pertama di Sapporo kami berkeliling mencari objek menarik yang bisa di dokumentasikan. Kami juga mencari Kani カニ)atau kepiting yang menjadi makanan andalan khas Sapporo. Sayang, harga kepiting disini terbilang mahal yaitu sekitar yen. Restoran dengan Olahan Kepiting Alat berat pun digunakan untuk memindahakan salju yang menumpuk Clock Tower in Odori Park, Sapporo Hari Kelima Masih penasaran dengan kota Sapporo, kami putuskan sehari lagi menghabiskan waktu disana. Tujuan berikutnya adalah bermain Snowboard di Sapporo Kokusai Skiing Resort dengan perjalanan sekitar 30 Menit menggunakan bus dari Sapporo Station. Jadwal Bus Menuju tempat Ski Pukul 9 pagi bus tiba di tempat ski, segera kami melakukan registrasi dan menjajal semua peralatan yang dibutuhkan. Karena snowboard adalah olahraga yang membahayakan, banyak prosedur yang harus diperhatikan dari mulai kondisi tubuh dan kelengkapan bermain snowboard itu sendiri. Daftar Harga Foto Bertiga bersama Bin Yusuf dan Imam Zakimar Bersama Kru Sapporo Kokusai Skiing Resort Hari Keenam Badan terasa remuk setelah dihari kelima seharian bermain snowboard, maka dihari keenam ini kami sepakat untuk pulang ke Nagoya dengan menggunakan pesawat lokal. Kami pulang memakai maskapai Jetstar penerbangan Sapporo-Tokyo melalui bandara Shin Chitose dengan harga tiket Yen. Sebelum pulang, tak lupa kami membeli buah tangan khas Hokkaido berupa kue dan merchandise seperti boneka dan gantungan kunci. Sayounara Hokkaido Itulah pengalaman saya ketika menjajal dinginnya Negeri Salju Hokkaido. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari setiap perjalanan yang saya lalui di negeri perantauan ini. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi untuk teman-teman kenshuusei semua. Kritik, saran, dan pertanyaan silahkan layangkan di kolom komentar. Salam Kenshuusei Tempat wisata di Jepang memang tidak akan pernah habis dibicarakan karena Jepang memang terkenal sebagai negara yang maju namun tidak melupakan adat istiadat atau kebiasaan tradisionalnya yang sudah bertahan ratusan tahun yang yang memiliki simbol berupa bunga sakura tersebut akan membuat siapa pun yang mengunjunginya merasa takjub, bukan hanya karena tempat wisatanya, melainkan karena masyarakat yang ada di Jepang tetap menjaga kebiasaan nenek moyang mereka yang sudah turun satu tempat yang terkenal di Jepang adalah Hokkaido. Di sana anda akan disuguhkan berbagai objek wisata yang akan membuat anda tidak menyesal mengunjungi Hokkaido. Bahkan, anda bisa mendapatkan oleh-oleh khas Jepang atau oleh-oleh makanan khas Jepang di anda yang penasaran ingin backpacker ke Hokkaido, maka kami sarankan agar anda mempersiapkan beberapa hal agar supaya liburan anda bisa terwujud dan ketika anda berada di Hokkaido, anda tidak kebingungan ingin menentukan kemana nanti kaki anda akan Menentukan tujuan andaBackpacker ke Hokkaido yang harus anda siapkan pertama kali adalah menentukan kemana nanti anda akan pergi selama berada di Hokkaido. Seperti yang telah kami jelaskan bahwa Hokkaido merupakan salah satu tempat yang menyediakan banyak tempat wisata yang tidak boleh anda tempat wisata terkenal di Hokkaido antara lain Sapparo, Hakodate, Monbetsu, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kami sarankan agar supaya anda membuat sebuah daftar tempat wisata yang ingin anda kunjungi selama berada di Hokkaido. Hal ini perlu anda lakukan agar supaya anda tidak kebingungan ketika anda berada di anda belum tahu bahwa beberapa wisatawan terkadang bingung ketika mereka sudah sampai ke Hokkaido karena saking banyaknya tempat wisata yang mengagumkan yang ada di tempat tersebut. Jadi, dengan membuat daftar tempat kunjungan anda, akan membuat anda tidak bingung selama berada di Menyiapkan tiket pesawatSetelah anda membuat daftar tempat wisata mana saja yang ingin anda kunjungi, langkah yang kedua backpacker ke Hokkaido adalah dengan menyiapkan tiket halnya jalan-jalan ke Bangkok tanpa tour atau ketik anda jalan-jalan ke tempat wisata di Thailand, anda harus menyiapkan tiket pesawat jauh-jauh hari karena jika anda menyiapkannya secara mendadak, dikhawatirkan anda akan kesulitan mendapatkan tiket sesuai keinginan mempermudah anda menentukan tiket pesawat yang sesuai budget anda, maka kami sarankan agar anda mendapatkan informasi tersebut melalui aplikasi travel yang bisa anda download melalui Google Play Store maupun juga Apple Store. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, maka anda bisa mengetahui berapa harga yang akan anda keluarkan ketika anda ingin pergi ke Hokkaido sehingga anda bisa memilih tiket yang paling sesuai dengan budget Tentukan akomodasiHal yang tidak kalah penting yang harus anda perhatikan ketika anda backpacker ke Hokkaido adalah dengan menentukan akomodasi yang akan anda gunakan selama anda berada di ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ketika anda mengunjungi tempat wisata di Osaka dimana menentukan akomodasi yang tepat akan menentukan kenyamanan anda selama berlibur ke Hokkaido. Jika anda kebingungan menentukan akomodasi yang tepat untuk anda, maka kami sarankan agar supaya anda mendownload aplikasi travel yang bisa anda dapatkan di Google Play Store maupun juga Apple akan diberi informasi mengenai apa saja akomodasi yang bisa anda manfaatkan lengkap dengan harga yang harus anda keluarkan. Tentu hal ini akan sangat bermanfaat, terutama bagi anda yang pergi ke Hokkaido dengan budget yang tidak terlalu Perhatikan pakaianPakaian merupakan salah satu bagian yang tidak boleh anda anggap remeh karena pakaian juga bisa menentukan kenyamanan anda selama berlibur ke Hokkaido maupun ke tempat lainnya yang ada di Jepang. Seperti yang kita tahu bahwa Jepang memiliki 4 musim yang berbeda, yakni musim semi, musim panas, musim gugur, dan juga musim pastikan kapan anda pergi ke Jepang pada musim apa agar supaya anda bisa menentukan pakaian yang akan anda gunakan selama berada di Hokkaido. Dan yang juga tidak kalah penting adalah ketika anda berkunjung ke tempat yang dianggap suci di Hokkaido maupun daerah yang ada di sekitarnya, maka anda harus berpakaian sopan dan usahakan anda pergi ke sana dengan pakaian sembarangan, maka anda akan dicap sebagai orang yang tidak sopan dan bahkan kemungkinan anda tidak akan diizinkan masuk ke dalam tempat Jangan makain di restoran, makanlah di DepachikaMungkin ketika anda berkunjung ke Hokkaido, makanan yang pertama kali ingin anda cicipi adalah ramen maupun makan khas lainnya. Ramen memang merupakan makanan yang sering kita jumpai ketika anda menonton anime Naruto dan banyak orang yang ingin sekali mencoba makan Mie Ramen khas kami tidak menyarankan anda mendapatkan makanan tersebut dengan mengunjungi restoran maupun warung ramen yang ada di Jepang. Mengapa? Karena harga yang harus anda keluarkan untuk mencicipi makanan tersebut tidak bisa dikatakan murah, kecuali jika memang anda memiliki budget yang anda jangan khawatir karena anda bisa mengunjungi Depachika. Tempat ini terletak di baseman pasar besar seperti misalnya Seibu, Tobu, Takashimala, dan lain sebagainya. Di tempat tersebut juga menyediakan berbagai menu makanan khas Jepang yang rasanya tidak kalah jika dibandingkan dengan restoran halal di Jepang. Selain itu, harga yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan makanan tersebut juga terjangkau alias Manfaatkan paket tourKarena kali ini anda backpacker ke Hokkaido, kemungkinan anda tidak memiliki budget yang terlalu besar. Namun anda tidak perlu khawatir karena anda masih bisa memanfaatkan paket tour untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Hokkaido dengan mengeluarkan biaya yang tidak anda juga sudah tahu bahwa paket tour menyediakan keuntungan kepada anda dimana anda bisa mengunjungi beberapa tempat wisata di suatu negara sekaligus lengkap dengan alat transportasi yang anda gunakan. Biasanya anda akan mengunjungi beberapa tempat wisata tersebut dengan memanfaatkan alat transportasi umum seperti mendapatkan informasi mengenai paket tour, kami sarankan agar supaya anda mengunjungi situs resmi yang berhubungan dengan tempat wisata di Hokkaido. Di sana nanti anda akan mengetahui destinasi wisata mana saja yang bisa anda kunjungi dengan memanfaatkan paket tour Awasi barang-barang andaUntuk tips backpacker ke Hokkaido kali ini benar-benar harus anda perhatikan. Kami sarankan agar supaya anda tidak sembarangan meninggalkan barang bawaan anda, terutama ketika anda beristirahat untuk shalat bagi yang islam atau ketika anda beristirahat di halte maupun tempat ketika anda pergi ke suatu tempat, kami sarankan agar anda tidak membawa semua uang dan lebih baik meninggalkan dokumen-dokumen penting anda di tempat penginapan anda. Namun tetap membawa fotocopy untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada informasi yang bisa kami jelaskan kepada anda semuanya. Semoga informasi ini bermanfaat. Sapporo is the capital of Hokkaido prefecture, which is Japan’s largest and northernmost prefecture although its official name does not contain the word for prefecture. Known as the fifth largest city in Japan and the Second snowiest city in the world with an annual average snowfall of about meters, Sapporo Winter first captures the eyes of the public when it became the first city in Asia to host the Winter Olympics in 1972. What’s more? It is also the birth place of Miso Ramen, Sapporo Beer and the host to the Sapporo Snow Festival which attracts over 2 million tourists Winter is just like A Wonderland! Well known as the Winter Wonderland of Japan, Sapporo has plenty to offer. There is a certain magic to the Sapporo City during winter, overviewing the Sapporo City is as if you are inside one of the snow-globe during Christmas. Sapporo winter is a picture-perfect opportunity because of the balanced scenery between nature and city life. As you are enjoying the view, fine, soft snow falls from the sky gently brushes against your skin and turns into soft white powder on the ground. Sapporo’s Winter Season starts around mid-December to the end of Winter Festival Makes Visitors FUN! The best time to visit Sapporo may be the first week of February as the peak of the winter kicks in so does the Sapporo Winter Festival. It is the peak season of Sapporo too, so it is best for you to plan your trip Sapporo Winter Festival Sapporo Yuki Matsuri is held one week during February usually the first week. The festival was started in 1950, when high school students built a few snow statues in Odori Park, since then it has developed into a large, commercialized event, featuring spectacular snow and ice Site The festival is staged on three sites, the Odori Site, Susukino Site and Tsu Dome Site. Odori Site is the main site for the festival as it is centrally located with kilometers long park and features the festival’s famous large snow sculptures. Susukino SiteSusukino Site is located in Sapporo’s largest entertainment district, exhibits about a hundred ice sculptures. Only one subway stops south of Odori Park, the ice sculptures are lit up daily until 2300. Tsu Dome SiteWhile on the Tsu Dome Site there are three types of snow slides, snow rafting and more snow sculptures. The Tsu Dome is open daily from 900 to 17 Winter Olympics in 1972The 11th Olympics Winter Games were held in the city of Sapporo in Hokkaido 1972. It was the first Winter Olympics to be staged outside Europe and the United States. Fourteen new facilities were constructed as event venues. The Olympics Games have contributed to major urban development, with the opening of a subway system and construction of an underground shopping arcade. One of the legacies of the Sapporo Winter Olympics is the Sapporo Winter Sports Museum inside the Mt. Okura Ski Jump Stadium, which exhibits precious memorabilia from the Sapporo Olympics and the winter sports in general. Spot InformationName Sapporo Winter Sports MuseumAddress 1274 Miyanomori, Chuo, Sapporo, Hokkaido 064-0958Opening Hours 930am to 500pmAccess From Maruyama Koen Station on the Subway Tozai Line, take the JR Hokkaido Bus Maru 14 and get off at "Okurayama kyogijo iriguchi" bus stop, walk 10 Sapporo Asian Winter GamesOlympic is not the only games held in Sapporo, which is the Sapporo Asian Winter Games. Sapporo has held the first two Asian Winter Games in 1986 and 1990, and the 8th Asian Winter Games in 2017 too. There are 64 events across 11 winter sport disciplines with five main sports biathlon, curling, ice hockey, skating and skiing. Over 31 countries across Asia has joined the games in 2017, Australia and New Zealand made their first appearance at the Games after accepting an invitation from the has sent 146 athletes to compete in the 2017 Games and no doubt aim for the top finish, as in the past seven editions of the Asian Winter Games the host country has topped the final medal table six times. In the opening ceremony of the 2017 games, former Japanese ski jumper Masahiko Harada, who brought in a team gold at 1998 Nagano Winter Olympic Games, lit the Olympic cauldron. Jepang kini tengah ramai sebagai destinasi wisata berbagai turis belahan dunia. Tak hanya menawarkan lanskap yang indah, budaya negeri sakura ini juga amat menarik untuk ditelusuri. Meski begitu, tak sedikit anggapan yang mengatakan bahwa berlibur ke Jepang akan menguras kantong wisatawan. Padahal, masih banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa berkunjung ke Jepang lho!Salah satunya, kamu bisa berlibur dengan cara backpacker-an. Kali ini, Traveloka akan memberikan tips liburan ala backpacker di Jepang. Tidak hanya tentang cara mengatur pengeluaran, tetapi juga tips mencari tempat makan enak yang murah. Ayo, simak ulasan selengkapnya!1. Berkunjung saat pergantian musim atau musim dinginLangkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memilih waktu berlibur saat pergantian musim atau musim dingin. Pasalnya, pada dua waktu tersebut kamu bisa mendapat tiket penerbangan dengan harga yang lebih terjangkau. Sebagai negara empat musim, harga tiket penerbangan ke Jepang setiap musimnya berbeda. Umumnya, harga penerbangan tertinggi terjadi pada musim semi, sedangkan harga penerbangan termurah bisa kamu temukan pada musim di musim lainnya harga tiket berada pada kisaran harga Rp5 juta–Rp9 juta, tidak begitu halnya pada musim dingin. Di musim dingin biasanya harga tiket pulang pergi ke Jepang mengalami penurunan harga pada kisaran Rp4 juta–Rp7 juta. Perbedaan harga yang patut kamu pertimbangkan, bukan?Berkunjung ke Jepang saat musim dingin juga menawarkan sejumlah keuntungan,lho. Salah satunya, kamu akan terhindar dari kerumunan penduduk dan wisatawan. Khususnya di Tokyo, kamu mungkin akan kerap melihat kerumunan orang pada jam sibuk. Berbeda dengan musim dingin, biasanya orang Jepang lebih suka berdiam di rumah sehingga kamu dapat menikmati suasana Jepang yang lebih sepi dan nyaman Kamu juga dapat berkeliling di negeri sakura ini dengan menggunakan JR Berburu barang anime murah di LashinbangBagi penggemar anime, maka kamu tidak boleh melewatkan kesempatan berburu anime di negeri sakura. Di Lashinbang, kamu bisa mengunjungi Lashinban untuk berburu barang anime dengan harga merupakan barang-barang bekas, kamu tak perlu khawatir dengan kualitasnya. Berbagai barang yang ditawarkan dijamin akan membuatmu ingin memborong semuanya. Salah satu koleksinya adalah drama CD Kuroko no Basuke yang dijual dengan harga ¥300 saja, padahal harga barang barunya bisa mencapai ¥ Jadi, jangan sampai melewatkan Lashinbang untuk membeli barang-barang anime favorit kamu di liburan kali ini Siapkan kartu SuicaSumber Tooykrub / ingin perjalanan di Jepang kali ini berjalan lancar, maka sebaiknya kamu menyiapkan kartu Suica. Suica merupakan kartu yang berfungsi mirip dengan e-money, yakni sebagai pembayaran transportasi umum non taksi, khususnya kereta api dan bus. Selain itu, kartu ini juga bisa juga digunakan berbelanja di beberapa jejaring convenience store seperti Lawson atau Family ini cukup penting untuk dimiliki, mengingat kamu akan banyak menggunakan transportasi umum di Jepang. Perlu kamu ketahui, transportasi di Jepang dioperasikan oleh lebih dari satu operator dengan sistem tiket yang beragam. Jadi, agar tidak bingung mengganti kartu setiap menggunakan transportasi umum, lebih baik memanfaatkan kartu Suica yang berguna untuk hampir semua moda transportasi di dapat membeli kartu ini setibanya di Jepang. Kartu ini dijual oleh salah satu pengelola transportasi kereta bernama JR-East yang biasanya ada di bandara, stasiun, maupun terminal bus padaticket office dan vending machine. Kartu ini dibanderol dengan harga ¥ ¥ debit dan ¥500 deposit yang dapat diuangkan kembali saat mengembalikan kartu.4. Pilih distrik yang murah untuk tempat menginapBiaya akomodasi atau penginapan umumnya menjadi salah satu biaya paling besar yang harus kamu keluarkan saat liburan, tak terkecuali di Jepang. Oleh karena itu, kamu perlu lebih jeli dalam memilih penginapan agar tetap bisa menghemat. Selain mencari penginapan yang menawarkan biaya murah dan mengandalkan promo, kamu juga harus memperhatikan lokasi. Pada kondisi ini, kamu bisa memilih distrik yang murah sebagai tempat kamu tidak memilih penginapan di tengah kota, karena umumnya penginapan di pusat kota mematok harga yang cukup mahal. Jika kamu berada di Tokyo, hindari menginap di distrik Shinjuku atau Roppongi Hills karena menginap di sana bisa menghabiskan biaya sekitar Rp1,5 juta–Rp3 juta per malam. Sebaliknya, pilihlah penginapan di distrik Chiba atau luar Tokyo. Kamu bisa mencoba berkeliling dengan kereta menggunakan JR East ataupun JR harga penginapan distrik pinggir kota dibanderol mulai dari Rp500 ribu per malam dengan fasilitas yang sama. Meski memilih penginapan di pinggir kota, kamu tidak perlu khawatir kesulitan menuju pusat kota karena Jepang memiliki transportasi yang Jangan takut untuk berjalan kakiBerkeliling Jakarta atau kota-kota besar di Indonesia lainnya dengan berjalan kaki pastinya sulit kamu bayangkan, bukan? Namun, tidak begitu halnya dengan Jepang. Negeri Sakura ini terkenal dengan peraturannya yang mengutamakan pejalan kaki, sehingga tak heran jika ada asumsi bahwa pejalan kaki di Jepang adalah penyebrangan di Jepang terkenal sangat teratur. Seluruh kendaraan akan berhenti di belakang garis putih saat lampu merah dan memberikan ruang bagi pejalan kaki untuk menyeberang dengan nyaman. Kondisi ini dipicu oleh kondisi Jepang yang dahulu begitu macet dan penuh polusi, sehingga pemerintah pun berupaya keras memperbaiki kondisi transportasi umum hingga menjadi nyaman seperti hanya itu, khususnya di Tokyo, kamu akan melihat kondisi trotoar yang amat bersahabat bagi pejalan kaki. Kamu dijamin tidak akan menemukan pemandangan pedagang kaki lima ataupun pengendara motor yang menyerobot naik ke trotoar dan mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Jadi, tak perlu khawatir saat berjalan kaki di kawasan Jepang karena perjalanan kamu akan terasa sangat Coba sensasi menginap di Manga atau Net CaféJika ingin menekan biaya penginapan selama di Jepang, kamu bisa coba sensasi menginap di Manga atau Net Café. Backpackeryang berkunjung ke Jepang menjadikan Net Café sebagai pilihan tempat menginap karena harganya yang lebih terjangkau. Meski biaya penginapannya murah, kamu tetap akan mendapatkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan seperti tempat tidur, mesin cuci dan pengering pakaian, kamar mandi, dispenser air panas, sini, beberapa fasilitas yang ditawarkan cukup menggoda, khususnya bagi wanita. Tersedia deterjen cucian gratis, sabun, hingga sampo gratis untuk membersihkan diri. Dalam menggunakan kamar mandi dan mesin cuci, kamu perlu mengeluarkan biaya ¥100. Namun, sarana lain seperti hair dryer bisa kamu gunakan secara gratis. Menarik, bukan?7. Beli tiket jauh-jauh hari saat periode high seasonHigh season atau waktu populer masa liburan di Jepang adalah saat musim semi Mei–Juni dan musim gugur Juli–September. Pada periode itu, tiket pesawat cenderung mahal. Jadi, kamu bisa mencari tanggal keberangkatan di luar bulan-bulan tersebut untuk mendapat harga tiket pesawat yang lebih terjangkau. Namun, konsekuensinya, kamu tidak bisa menikmati pemandangan bunga Sakura yang bagi yang ingin menikmati liburan pada high season namun tetap mendapat harga tiket bersahabat, kamu bisa membeli tiketnya jauh-jauh hari. Harga tiket pesawat saat high season memang cenderung lebih mahal, tetapi kamu dapat mengatasinya dengan memesan tiket satu tahun atau minimal enam bulan sebelum keberangkatan. Dengan cara ini, umumnya harga tiket pesawat yang kamu dapatkan relatif lebih murah. Tertarik untuk mencoba?8. Beli oleh-oleh Takeshita DoriTakeshita Dori adalah sebuah jalan di Jepang yang dijadikan tempat nongkrong para anak muda. Selain menjadi lokasi hang out seru, Takeshita Dori juga dikenal sebagai pusat perbelanjaan yang menyenangkan. Berbagai produk menarik mulai dari kaus, rok, suvenir, hingga aksesoris Jepang bisa dengan mudah kamu temukan di tertarik untuk berkunjung, kamu dapat menuju JR Harajuku Station untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Takeshita Dori Street. Tempat ini pas untuk kamu yang ingin membeli oleh-oleh dengan harga terjangkau. Berbagai toko suvenir di sini menawarkan barang-barang mulai dari ¥100 semakin tertarik untuk berlibur ke Jepang bukan? Untuk itu, kamu bisa menerapkan beberapa tips backpacker ke Jepang di atas agar perjalanan liburan tetap hemat. Agar lebih siap berlibur, kamu bisa menyiapkan bujet dan rencana untuk jalan-jalan dari sekarang. Jangan lupa untuk pesan tiket pesawat dan booking hotel di Jepang dengan mudah di Traveloka! Selamat menjelajahi keindahan Jepang, Hotel di Traveloka Sekarang! Jepang adalah salah satu destinasi liburan impian banyak orang. Hal ini dibuktikan oleh posisi Jepang yang berada pada lima teratasThe World Tourism Rankingdi Asia Pasifik. Namun, rencana banyak orang untuk berlibur ke sana sering kali terhambat karena urusan bujet. Bahkan di tahun 2017, Tokyo, Ibu Kota Jepang berada di posisi ke empatThe Most Expensive Cityversi majalah begitu, bukan berarti kamu tak bisa mengakalinya. Kamu tetap bisa menekan anggaran saat liburan ke Jepang dengan cara berlibur alabackpacker. Berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan agar petualanganbackpackingselama di Jepang berjalan nyaman dan lancarBerangkat liburan saat musim dinginJika ingin mendapatkan penawaran termurah tiket pesawat ke Jepang, pilihlah keberangkatan pada waktulow season,saat destinasi wisata sepi pengunjung. Dari empat musim yang ada,low seasonJepang terjadi pada musim dingin atau sekitar bulan Desember hingga musim dingin, suhu udara di Jepang berada pada kisaran 10 derajat celcius. Namun jangan khawatir, kamu akan tetap mendapat pengalaman terbaik saat di Jepang. Terlebih bagi wisatawan negara tropis, musim salju menjadi kesempatan tepat untuk merasakan sensasi bermain ski di Hokkaido atau menikmati indahnya pemandangan Gunung Fuji menghindari hiportemia saat musim dingin, pastikan kamu membawaLong Johnatau baju dalaman hangat. Jika masih terasa dingin, memakaidouble Long Johnplussweateryang dipadukan dengan celana panjang akan menjadi pilihan tepat untuk memberikan rasa hangat dan tetap trendi. Jangan lupa untuk membawa topi dan sarung tangan untuk menjaga jari-jarimu tetap penginapan hemat di JepangTidak sulit untuk mencari penginapan hemat di Jepang. Beberapa pilihan ini dapat disesuaikan berdasarkan bujet liburan yang kamu miliki. Meskipun tidak menginap di hotel berbintang, beberapa tempat di bawah ini tetap akan membuat tidur kamu nyenyak!1. BackpackerhostelMenginap di hostel atauguesthousedapat menjadi solusi terbaik untuk berlibur alabackpacker. Banyak hostel untukbackpackeryang tersebar hampir di seluruh kota-kota di Jepang. Umumnya, mereka memasang tarif per malam sebesar ¥ atau sekitar per satu hostel rekomendasi yang bisa kamu singgahi adalahYadoya Guest Houseyang berlokasi di Nakano-ku, Guest Housemenjadi rujukan bagi turis mancanegara karena terkenal dengan tarif terjangkau, yaitu ¥ per malam. Meskipun tergolong murah, fasilitas yang diberikan sudah cukup lengkap. Fasilitas hostel meliputi kamar mandi, dapur, serta WiFi dan PC yang berada di lobiguest Urban camping di taman kotaSalah satu keseruan saat liburan alabackpackerke Jepang adalah kamu diperbolehkan untukurban campingdi tempat-tempat umum seperti taman kota, stasiun, atau bahkan di bangku-bangku yang ada di tepi jalan. Selain gratis, menginap di tempat-tempat tersebut juga terjamin kebersihan dan keamanannya. Untuk melakukannya, kamu perlu menunggu hingga seluruh stasiun kereta berhenti beroperasi terlebih dahulu, yaitu sekitar pukul 24 Menginap di warnetApakah nyaman menginap di warnet? Kalau di Jepang, jawabannya “ya”. Bahkan, beberapa warnet di sana menyediakan fasilitas bagi parabackpackeruntuk menginap. Umumnya, warnet-warnet di Jepang menyediakan ruangan untuk orang yang ingin mengambil “Night Pack”. Harga sewanya berkisar ¥ untuk bermalam selama 6–8 jam. Lebih murah jika dibandingkan menyewa kamar di hostel atauguesthouse, bukan?Transportasi untuk menjelajah JepangSaat berkeliling dengan uang saku terbatas, kamu bisa memanfaatkan semua fasilitas transportasi umum yang disediakan oleh pemerintah setempat. Moda transportasi di Jepang pun dikenal sangat nyaman dan aman untuk digunakan. Pastikan untuk tidak datang terlambat, sebab jadwal operasional seluruh transportasi di Jepang terbilang sangat tepat Beli Japan Rail PassSalah satu cara mudah untuk menjelajah berbagai kota di Jepang adalah dengan membeli kartuJapan Rail Pass JR Pass. JR Pass bisa kamu dapatkan di berbagaitravel agentdi luar Jepang dengan harga mulai dari ¥38,880 untuk durasi 7–21 hari. Kartu ini bisa kamu gunakan untuk mengendarai berbagai moda transportasi seperti kereta lokal,rapid, spesialrapid,express, hinggaShinkansen. Cekharga JR Pass di Gunakan Seishun 18 Kippu saat musim panas dan dinginSumberkotone_tsunehisaJika kamu datang ke Jepang di bulan Februari, Maret, Juli, Agustus, dan Desember,Seishun 18 Kippudapat menjadi pilihan sebagai penunjang 18 Kippumerupakanunlimited ticketyang dapat digunakan untuk bepergian selama lima hari. Satu tiketSeishun 18 Kippudijual seharga ¥ atau sekitar Rp1,5 juta. Tiket ini dapat digunakan untuk naik kereta lokal danrapid trainmilik Japan Railways di seluruh enak dan ramah kantongKamu yang datang ke Jepang dengan carabackpackertak harus kelaparan karena menghemat biaya makan. Pasalnya, banyak kuliner enak di Jepang yang juga ramah kantong. Sangat cocok untuk kamu yang harus menekanbudgetselamatraveling!1. Sarapan dengan onigiriOnigiri adalah hidangan berupa nasi kepal khas Jepang yang biasa disajikan saat piknik atau bekal ke kantor dan sekolah. Biasanya, orang Jepang membuatonigiridalam bentuk bulat, segitiga atau seperti karung beras. Onigiri dijual dengan harga cukup terjangkau, yaitu mulai dari ¥99 hingga ¥300, bergantung pada isi onigiri pilihan kamu. Tak sulit pula untuk menemukannya, karena onigiri dijual bebas di berbagai Pilih makanan cepat saji di KonbiniKonbini adalah sebutan minimarketatau toko kelontong yang ada di Jepang. Di sini, kamu bisa menemukan beragam jenis minuman dan makanan cepat saji. Sebagian besar menu makanan yang dijual di Konbini disajikan dalam keadaan hangat, seperti soba, udon, dan ramen. Di konbini kamu juga bisa membelibento,sushi, hinggabeef bowldengan harga sekitar ¥200 – ¥600 atau setara – untuk menu sekali Makan sushi di Kaiten SushiBerkunjung ke Jepang rasanya kurang lengkap tanpa makansushi. Di Jepang, kamu bisa dengan mudah menemukan kedai makansushimurah yang dinamai Kaiten Sushi. Di tempat ini,sushidiletakan di atasbeltyang berputar sehingga pembeli bisa mengambil sendiri menusushiyang diinginkan. Kamu cukup merogoh kocek ¥105 atau sekitar untuk menikmati dua potong sushi di Kaiten Sushi. Cukup terjangkau, bukan?4. Menjajalstreet foodJepang dikenal sebagai surgastreet foodbagi para wisatawan. Berkunjung ke Jepang akan kurang lengkap tanpa menjajal kuliner yang dijual di berbagai geraistreet foodyang ada. Pusatstreet fooddi Jepang terletak di kawasan Tokyo, di mana terdapat beragam menu makanan seperti Takoyaki, Okonomiyaki, Korokke, sampai Yakitori yang bisa kamu santap dengan harga tips seru liburan ke Jepang alabackpacker. Meski rekomendasi di atas tergolong cukup terjangkau, kamu tetap perlu menyiapkan dana darurat. Dengan begitu perjalanan liburan kamu akan tetap berjalan aman dan lancar. Jadi, siapkan rencana perjalananmu dengan matang ya! Selamat menikmati keindahan negeri sakura!Baca jugaPanduan Wisata Jepang Tokyo-Kyoto-Osaka dalam 7 Hari-

backpacker ke hokkaido di musim dingin